Tampilkan postingan dengan label modernitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label modernitas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Agustus 2015

MASYARAKAT RISIKO

Judul : MASYARAKAT RISIKO Menuju Modernitas Baru
Penulis: Ulrich Beck
Penerbit : Kreasi Wacana
Kondisi : Baru

Harga : Rp. 85.000

Pemesanan : sms 085878268031/WA: 08886824445 pin BB: 234FB00C/email :  empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline


Sinopsis :

Kita sedang mengalami suatu transformasi fondasi perubahan. Akan tetapi, untuk memahami hal ini citra masyarakat industri hendaknya direvisi. Menurut cetak birunya ia adalah masyarakat semi-modern, dengan unsur-kontra modernnya yang tetap bukan sesuatu yang lama atau tradisional melainkan lebih tepatnya adalah konstruk dan produk zaman industri itu sendiri. Konsep masyarakat industri bersandar pada suatu kotradiksi diantara prinsip-prinsip universal modernitas -hak-hak sipil, kesetaraan, diferensiasi fungsional, metode argumentasi dan skeptisisme -dan struktur eksklusif lembaganya, dimana prinsip-prinsip ini hanya dapat diwujudkan secara parsial, sektoral, dan selektif. Konsekuensinya ialah masyarakat industri mendestabilisasi dirinya sendiri justru melalui pembentukannya. Kontinuitas menjadi 'sebab' cara hidup zaman industrial. Goncangan-goncangan yang ditimbulkan ini membentuk sisi lain dari masyarakat resiko. Sistem koordinat yang mempercepat kehidupan dan pemikiran dalam modernitas industrial -sumbu gender, keluarga, dan pekerjaan, kepercayaan pada sains dan kemajuan -mulai bergoncang, terjadilah senjakala baru peluang dan bahaya -kontur masyarakat  resiko, Peluang? Dalam masyarakat resiko prinsip modernitas diselamatkan dari pemisahan dan batas-batasnya dalam masyarakat Industri.

Pada tingkat tertentu, buki ini memuat teori sosial proyektif, yang berorientasi empiris -tanpa usaha perlindungan metodologis. Hal itu didasarkan pada penilaian bahwa kita adalah saksi mata -sebagai subyek dan obyek -atas suatu keretakan di dalam modernitas, yang sedang membebaskan dirinya dari kontur-kontur masyarakat industri klasik dan sedang menempa bentuk baru -masyarakat resiko (industrial). Dalam banyak hal buku ini mencerminkan penemuan dan proses belajar pengarangnya. Hal ini menekankan watak proses dari argumentasi bukunya dan jangan dipahami sebagai cek kosong untuk menghadapi berbagai keberatan. Hal itu menawarkan keuntungan bagi para pembaca karena dapat membaca bab-bab secara terpisah atau dengan urutan yang berbeda, dan memikirkannya dalam-dalam beserta ajakan yang sadar untuk menggunakan, menentang, dan melengkapi argumen-argumen tersebut,

Senin, 23 Juni 2014

DEKONSTRUKSI POLITIK INTERNASIONAL



Judul : DEKONSTRUKSI POLITIK INTERNASIONAL 
Penulis: Michael Dillon
Penerbit : Pustaka Pelajar
Kondisi : Baru, Tersegel

Harga buku: Rp.67.000

Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ 

Sinopsis

Karya Michael Dillon ini melebihi aplikasi brillian tentang dekonstruksi hubungan internasional; esainya menggunakan ukuran dekonstruksinya itu dengan membuka inti politik-teologisnya, tepat seperti mereka mengungkapkan hubungan batin antara anarki dan realitas politik dalam modernitas. Buku ini merupakan kontribusi yang harus ada untuk tugas memikirkan kembali teori politik kontemporer dan hubungan internasional di luar oposisi realisme dan konstruktivisme.

Minggu, 16 Maret 2014

SOEDJATOKO & MODERNISME Catatan Atas Pemikiran Kritis Soedjatmoko



Judul : SOEDJATOKO & MODERNISME Catatan Atas Pemikiran Kritis Soedjatmoko
Penulis: Kaisar Atmaja
Penerbit : Kreasi Wacana
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp. 35.000

Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 / pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline
Sinopsis

Soedjatmoko adalah seorang intelektual Negara Dunia Ketiga dan sekaligus warga dunia, pemikirannnya diakui oleh dunia internasional. Soedjatmoko mengkritisi konsep hidup modern yang ditawarkan oleh Barat, yang terlalu mengidentikkan modern dengan developmentelism atau pembangunan an sich. Sejarah modernisasi Barat yang mencirikan pada sistem industrial dan paham kapitalisme menurut Soedjatmoko, hanya merupakan salah satu cara untuk melakukan perubahan dalam masyarakat. Masih terdapat varian lain, dalam upaya melakukan transformasi sosial demi mewujudkan masyarakat yang lebih maju. Untuk itu perlu adanya suatu proses penyesuaian yang bersifat kreatif di dalam menerapkan atau mengimplementasikan nilai-nilai  modern tersebut pada masyarakat Indonesia. Buku ini adalah rekaman atas pemikiran Soedjatmoko tentang kritik dan optimismenya terhadap masyarakat modern. 

Jumat, 21 Februari 2014

TEORI-TEORI MODERNITAS DAN GLOBALISASI



Judul : TEORI-TEORI MODERNITAS DAN GLOBALISASI
           Melihat Modernitas Cair, Neoliberalisme, Serta Berbagai Bentuk Modernitas Mutakhir
Penulis: Ashad Kusuma Djaya
Penerbit : Kreasi Wacana
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp. 40.000

Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/
Sinopsis

Kehadiran buku ini pada awalnya hanya karena penulis sekedar ingin tahu apa-apa yang terbaru dari Teori Sosiologinya George Ritzer, karena ia memiliki buku edisi sebelumnya dan mendapat kabar telah terbit edisi yang lebih baru. Ketimbang membeli edisi terbaru dengan harga mahal dan menyia-nyiakan buku yang sudah dia punya, penulis mencari-cari ke beberapa teman dan dosen yang suka belanja buku-buku terbaru di luar negeri. Ia pun akhirnya merasa perlu untuk menulis buku ini dengan sedikit keberpihakan kepada “kita” bangsa di dunia ketiga ini, yaitu suatu konteks teori modernitas dan globalisasi yang tidak ditemukan dalam karya Ritzer. Meskipun beberap bagian kecil buku ini, yaitu bagian “modernitas cair” dan “teori ekonomi” pada dasarnya sekedar penerjemahan dari karya terbaru George Ritzer.

Dalam menulis buku ini, penulis juga meminjam pengkategorian terbaru yang dilakukan George Ritzer. Meskipun tidak semua pembaca dan sosiolog menerima model pengategorian Ritzer tentang berbagai pandangan di sekitar modernitas dan globalisasi, tetapi penulis menganggap, pengategorian tersebut cukup komprehensif dan secara metodologi bisa diterima oleh kebanyakan sosiolog. Dengan itu, tanpa ia terbebani untuk melakukan pengategorian baru, penulis merasa lebih leluasa untuk memperdalam kajian teoritik tentang modernitas dan globalisasi berdasarkan literatur yang kebanyakan juga sudah terbit dalam bahasa Indonesia.