Tampilkan postingan dengan label Teori Sosiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teori Sosiologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Februari 2014

TEORI-TEORI MODERNITAS DAN GLOBALISASI



Judul : TEORI-TEORI MODERNITAS DAN GLOBALISASI
           Melihat Modernitas Cair, Neoliberalisme, Serta Berbagai Bentuk Modernitas Mutakhir
Penulis: Ashad Kusuma Djaya
Penerbit : Kreasi Wacana
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp. 40.000

Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/
Sinopsis

Kehadiran buku ini pada awalnya hanya karena penulis sekedar ingin tahu apa-apa yang terbaru dari Teori Sosiologinya George Ritzer, karena ia memiliki buku edisi sebelumnya dan mendapat kabar telah terbit edisi yang lebih baru. Ketimbang membeli edisi terbaru dengan harga mahal dan menyia-nyiakan buku yang sudah dia punya, penulis mencari-cari ke beberapa teman dan dosen yang suka belanja buku-buku terbaru di luar negeri. Ia pun akhirnya merasa perlu untuk menulis buku ini dengan sedikit keberpihakan kepada “kita” bangsa di dunia ketiga ini, yaitu suatu konteks teori modernitas dan globalisasi yang tidak ditemukan dalam karya Ritzer. Meskipun beberap bagian kecil buku ini, yaitu bagian “modernitas cair” dan “teori ekonomi” pada dasarnya sekedar penerjemahan dari karya terbaru George Ritzer.

Dalam menulis buku ini, penulis juga meminjam pengkategorian terbaru yang dilakukan George Ritzer. Meskipun tidak semua pembaca dan sosiolog menerima model pengategorian Ritzer tentang berbagai pandangan di sekitar modernitas dan globalisasi, tetapi penulis menganggap, pengategorian tersebut cukup komprehensif dan secara metodologi bisa diterima oleh kebanyakan sosiolog. Dengan itu, tanpa ia terbebani untuk melakukan pengategorian baru, penulis merasa lebih leluasa untuk memperdalam kajian teoritik tentang modernitas dan globalisasi berdasarkan literatur yang kebanyakan juga sudah terbit dalam bahasa Indonesia.  

Selasa, 15 Oktober 2013

Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda



Judul : Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda
Penulis: George Ritzer
Penerbit : Rajawali Grafindo
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp 30.000

Pemesanan : sms 085 878 268 031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis

Paradigma sosial adalah salah satu cara yang diajukan oleh Gerge Ritzer dalam bukunya Sociology: a Multiple Paradigm Science (1980). Menurut George Ritzer pengertian paradigma adalah apa yang menjadi pokok persoalan suatu ilmu pengetahuan.

Menurut Ritzer, sosiologi mempunyai tiga paradigma, yaitu:
1. Fakta sosial
Paradigma fakta sosial merupakan rintisan Emile Durkheim dalam The Rule of Sociological Method (1895) dan Suicide (1897). Fakta sosial terdiri dari dua macam yaitu fakta sosial material dan fakta sosial nonmaterial. Fakta sosial material, misalnya bentuk-bentuk bangunan, hukum, dan lain-lain. Sedangkan fakta sosial nonmaterial, misalnya waktu, opini, kepercayaan, dan sebagainya. Beberapa teori sosiologi yang masuk paradigma fakta sosial adalah 1. Teori Fungsionalisme Struktural; 2. Teori Konflik; 3. Teori Sistem; dan 4. Teori Sosiologi Makro.

2. Definisi sosial
Paradigma definisi sosial ini didasarkan pada salah satu karya Max Weber. Berbeda dengan Durkheim, Weber tidak dengan tegas memisahkan struktur sosial dan pranata sosial. Justru struktur sosial dan pranata sosial ini membentuk tindakan manusia agar penuh arti.

Minggu, 28 Juli 2013

The Wiley-Blackwell Companion to SOSIOLOGI



Judul : The Wiley-Blackwell Companion to SOSIOLOGI
Edisi : Pertama
Editor :  George Ritzer
Penerbit : Pustaka Pelajar

Harga buku: Rp. 143.500

Pemesanan : sms 08122742231/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis

Sosiologi adalah sebuah bidang keilmuan yang sangat beragam dan senantiasa berubah. Akibatnya, pengamat yang berbeda terhadap bidang ini secara otomatis memandang realita yang cukup berbeda pula. Tak terkecuali dengan buku ini.

Edisi pertama buku Sosiologi ini memang tetap menampilkan tulisan-tulisan yang mengantisipasi dan memprediksi tema-tema yang terus terdepan, meliputi tema-tema tentang ruang dan tempat, hak-hak asasi manusia, dan masyarakat sipil. Isu-isu menarik lain yang disuguhkan buku ini antara lain, mengenai imigrasi, pop[ulasi, urbanisasi, sosiologi konsumsi, dan lingkungan hidup.

Diharapkan buku ini mampu menjadi b uku induk dalam bidang kajian sosiologi mengingat tema-temanya membentang begitu luas dan mencoba memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai sosiologi.

Teori Sosiologi



Judul : Teori Sosiologi
Edisi : kedelapan
Penulis: George Ritzer
Penerbit : Pustaka Pelajar

Harga buku: Rp. 161.000

Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/WA: 08886824445/email : empuonline@gmail.com/

Sinopsis

Edisi ke delapan dari Sociological Theory karya Geroge Ritzer, salah seorang pakar terkemuka teori sosiologi, memberikan kajian yang luas dan menyeluruh kepada pembaca tentang pakar-pakar teori utama dan ajaran-ajaran tentang sosiologi. Teori-teori digambungkan dengan uraian singkat riwayat pakar-pakar tersebut, teori tersebut ditempatkan dalam konteks historis dan intelektualitasnya. Hal ini membantu pembaca agar lebih baik memahami karya asli klasik  dan modern para pakar teori tersebut dan membandingkan dengan teori-teori substantif terbaru.

Jumat, 26 Juli 2013

Levi Strauss

Judul : Levi Strauss
Penulis: Christopher R. Badcock
Penerbit : Pustaka Pelajar

Harga buku: Rp 25.000

Pemesanan : sms 08122742231/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis

Buku ini tidaklah ditulis oleh seorang penganut strukturalisme, bahkan Badcock sendiri tidak berpikir kalau buku ini bisa sangat membantu bagi mereka yang ingin mempelajarinya . baginya buku ini ia tulis bagi mereka yang tertarik pada strukturalisme, khususnya levi strauss. Yang muncul terutama dari sebuah perhatian dan kajian strukturalisme serta eksponen terbesarnya di bidang sosiologi modern. Dengan sudut pandang teori  dan sejarah pemikiran sosiologinya. Badcock berharap para mahasiswa ilmu-ilmu sosial serta pembaca yang akrab dengan bidang studi ini akan menganggap buku ini berguna. Mereka yang tahu lebih banyak tentang strukturalisme, khususnya tentang Levi Strauss, barangkali tidak selalu setuju dengannya kendati demikian, Badcock berharap mereka bisa menemukan apa yang menurutnya berharga untuk dipertimbangkan.

Secara keseluruhan buku ini merupakan pengantar untuk mengenal strukturalisme Levi Strauss yang mudah dimengerti dan karena itu pula perlu dibaca bagi mereka yang berminat pada wacana kritis mengenai teori-teori ilmu sosial budaya. Penempatannya dalam konteks teori-teori sosiologi akan membuat para ilmuwan sosial terutama para pakar sosiologi di Indonesia lebih tertarik untuk melihat relevansi strukturalisme Levi Strauss bagi pemahaman masalah-masalah sosio kultural di Indonesia.