Tampilkan postingan dengan label Etnografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Etnografi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Maret 2016

ETNO POLITIK



Judul : ETNO POLITIK & Pergolakan Wilayah Studi Kasus Di Aceh
Penulis: Dr. Sebastian Koto
Penerbit : Papyrus
Kondisi : Bekas

Harga buku: Rp. 40.000

Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 /pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline

Terjual


Sinopsis
Sebagai negara bangsa (nation state) maka tidak akan lepas dari masalah integrasi nasional yang dibangun dari fondasi keragamanan etnis, budaya, dan bahasa. Keberadaan keragaman etnis ini juga memunculkan berbagai konflik di wilayah. Pengetahuan mengenai etno-politik dibutuhkan untuk meredakan dan mengantisipasi potensi-potensi konflik yang terjadi.

Kamis, 10 September 2015

KEBUDAYAAN JAWA


Judul : KEBUDAYAAN JAWA
Penulis: Koentjaraningrat
Penerbit : Balai Pustaka
Kondisi : POD /Segel

Harga buku: Rp.60.000

Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 / pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline


Sinopsis :

Buku ini sarat dengan informasi mengenai budaya Jawa dari era prasejarah hingga masa revolusi kemerdekaan Indonesia. dalam buku ini budaya Jawa terbagi dalam enam bab. Pertama mengenai asal kebudayaan Jawa, jumlah orang Jawa, bahasa orang Jawa, dan keanekaragaman budaya Jawa.

Bab 2 mengupas sejarah singkat budaya aAwa yang dimulai dari zaman Prasejarah, berdirinya negara-negara Hindu Jawa, munculnya negara Islam, kekuasaan Belanda, pertmubuhan perkotaan, perkembangan pendidikan umum dan peran orang Jawa dalam pergerakan nasional.

Bab 3 secara khusus menkaji kebudayaan petani Jawa. Bab empat juga secara khusus mengupas kebudayaan Jawa di Kota. Bab kelima menggulirkan persoalan religi orang-orang Jawa dan bab enam menguak klasifikasi simbolik dan orientasi nilai budaya orang Jawa. Realitas mengai tata acuhan administrasi yang dipakai Belanda pada abad ke-19 dengan memanfaatkan institusi adat nagari telah membuka katup penting dalam sebagian golongan, terutama adalah golongan kelas menengah. Dan karena itulah, tak banyak lagi keluarga yang berharap status sebagai kepala “tradisional” dan mereka harus mencari kedudukan dan keunggulan di luar lingkungan yang tradisional.

Dari kasus pemanfaatan institusi adat inilah sebagian kaum menengah mengalami “kemajuan” dalam arti tanggapan kreatif mereka terhadap kehadiran kekuatan colonial dan peluang-peluang baru yang ditawarkan untuk memperoleh kekayaan, prestise, kekuasaan dan kedudukan.

Bagi kebanyakan golongan kelas menengah ini jalan terbaik untuk maju terdapat dalam upaya adaptasi mereka dengan pemerintah kolonialdan untuk itu mereka harus belajar keterampilan dan teknik-teknik baru yang menjadi prasyarat masuk lapangan kerja baru.


Sabtu, 25 Juli 2015

ETNOMETODOLOGI dalam Ilmu Sosial


Judul : ETNOMETODOLOGI dalam Ilmu Sosial
Penulis : George Ritzer
Penerbit : Kreasi Wacana

Harga : Rp.30.000



Sinopsis :
Buku terbaru George Ritzer ini membahas masalah yang masih jarang dijumpai. Ranah yang dikaji adalah Etnometodologi

Dalam kacamata Ritzer etnometodologi menjadi studi tentang praktek sehari-hari yang digunakan anggota masyarakat biasa dalam menjalani kehidupan keseharian. Orang dipandang menjalankan kehidupan kehidupan kesehatian mereka melalui berbagai praktik secara cerdas

Minggu, 20 April 2014

Gayatri Chakravorty Spivak : Sang Liyan



Judul : Gayatri Chakravorty Spivak : Sang Liyan
Penulis: Sangeeta Ray
Penerbit : CV Bali Media Adhikarsa
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp. 41.000

Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ 


Sinopsis

Melalui buku ini Sangeeta Ray hendak menawarkan kajian teoritis dan kritis terhadap tulisan-tulisan Gayatri Chakravorty Spivak. Spivak sendiri pada awalnya menjadi dikenal publik sebagai penerjemah dan penafsir karya penting Derrida, Of Grammatology, yang selanjutnya menjadi literatur yang berjasa dalam usahanya membangun dan membentuk kajian poskolonial. Buku ini memuat garis besar pemikiran Spivak melalui pembacaan cermat terhadap gagasannya dalam pelbagai temaa. Ray mengacu pada Spivak dalam upayanya mengembangkan metodologi pembacaan karya-karyanya- menapaki pemikiran Spivak sekaligus menemukan kembali intisari pemikiran dari tulisan awal sampai dengan yang terbaru.

Konsep-konsep Spivak yang dibahas dalam buku ini meliputi: kesusastraan feminisme, etika, poskolonialitas, kekerasan dan perang; perdebatan seputar kajian feminis dan poskolonial; signifikansi pemikiran Spivak untuk disiplin kajian lain seperti etnografi, sejarah, filsafat dan cultural studies.

Rabu, 29 Januari 2014

Hikayat Maharaja Garebag Jagad



Judul : Hikayat Maharaja Garebag Jagad
Penulis: Nikmah Sunardjo
Penerbit : Balai Pustaka
Kondisi : Baru stok lama

Harga buku: Rp 50.000

Pemesanan : sms 085 878 26 80 31/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis

Hikayat Maharaja Garebag Jagad selesai ditulis oleh Muhammad Bakri bin Syofyan bin Usman Fadli, Kampung Pecenongan Langgar Tinggi Betawi pada 19 November 1982, dan kemudian masuk menjadi kolesksi Museum Pusat (sekarang Museum Nasional)  pada tahun 1900. Isinya adalah cerita wayang gaya Betawi.

Penerbitannya sebagai buku telah melalui penyuntingan yang cermat, disertai tinjauan tema dan amanat cerita serta fungsi panakawan didalamnya yang dikerjakan oleh Nikmah Sunardjo. Bagian-bagian yang berupa tinjauan itulah yang paling menarik dari penyajian telaah ini.

Kamis, 12 Desember 2013

Jurnal Wacana 26 Penataan Ruang dan Pengelolaan Sumberdaya



Judul : Jurnal Wacana 26 Penataan Ruang dan Pengelolaan Sumberdaya
Penulis:
Penerbit : Insist
Kondisi: Baru

Harga buku: Rp  30.000

Pemesanan : sms 08122742231/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis
Kompleksitas penyusunan atau revisi tata ruang terutama terjadi di wilayah-wilayah yang kaya sumberdaya alam. Tarik-menarik kepentingan, bahkan adu kekuatan antara korporasi dengan masyarakat adat dan lokal, baik melalui ekspansi langsung maupun politik pemilihan kepala daerah, terlihat nyata sekali. Karena itu, arena tata ruang telah bermetamorfosis menjadi pertarungan ekonomi-politik pencarian rente dan unjuk kuasa modal. Di banyak wilayah pun awam terjadi, ruang hidup warga semakin sempit lantaran dijepit beragam konsesi korporasi pengeruk sumber kekayaan alam. Tidak mengherankan apabila gerakan pemetaan partisipatif, salah satunya, perlu didorong sebagai bagian penting dalam gerakan masyarakat adat untuk mendapat pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat. Peta partisipatif adalah peta yang diproduksi rakyat untuk melawan peta yang diproduksi negara dan korporasi di berbagai sektor: kehutanan, pertambangan, perkebunan, pertanian, perairan, dan konservasi.

Selasa, 26 November 2013

REVITALISASI KEARIFAN LOKAL



Judul : REVITALISASI KEARIFAN LOKAL Studi Resolusi Konflik di Kalimantan Barat, Maluku dan Poso
Penulis: Tamrin Amal Tamagola dkk
Penerbit : ICIP
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp 40.000

Pemesanan : 
sms 08122742231/ pin BB: 234FB00C/ email : empu_online@yahoo.com

Sinopsis

Apakah wacana tentang kehebatan pranata-pranata adat itu ‘lebih indah dari warna aslinya’, mengingat  masyarakat didaerah–daerah konflik sudah berubah, dan pihak-pihak yang terlibar dalam konflik juga sudah semakin majemuk? Majemuk bukan hanya dalam arti etno linguistik dan etno relijius, tapi majemuk dalam arti, yang bertikai bukan hanya kelompok-kelompok dalam masyarakat, tapi juga sudah melibatkan aktor-aktor negara.

Kearifan lokal memberikan ‘warna’ kebersamaan bagi sebuah komunitas, sehingga warna budaya yang bertujuan untuk menghadirkan perdamaian sebagai sebuah collective conciousness sebagai warga masyarakat bahwa keharmonisan hidup adalah nilai pemersatu yang memberikan makna kepada sebuah kelompok masyarakat. Ketika aspek-aspek kebudayaan lokal itu digali dan ditawarkan kepada masyarakat diharapkan mereka dapat menemukan kediriannya (self), yang sementara dikoyak oleh perbedaan dan konflik.

Pengelolaan konflik perlu initik mengupayakan agar konflik gagasan, konflik sikap dan konflik kepentingan tidak terlanjur pecah menjadi konflik dengan kekerasan (viollence conflic). Hal yang tidak diinginkan adalah konflik dengan kekerasan bukan konflik itu sendiri.   

Selasa, 02 Juli 2013

Nasionalisme dan Konflik Etnis di Indonesia



Judul : Nasionalisme dan Konflik Etnis di Indonesia
Penulis: Jacques Bertrand
Penerbit : Ombak

Harga buku: Rp. 56.000

Pemesanan : sms 08122742231/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ 
TERJUAL

Sinopsis

KONFLIK antaretnis seakan menjadi hal lumrah di negeri ini. Belum selesai mengurai akar konflik di Bima, Nusa Tenggara Barat, kini masyarakat kembali dihebohkan dengan konflik etnis di Lampung Selatan. Setidaknya 14 orang meninggal dalam peristiwa berdarah ini.

Mengapa konflik senantiasa menjadi pekerjaan rumah bangsa Indonesia? Jaques Bertrand dalam buku Nasionalisme dan Konflik Etnis di Indonesia ini menyatakan bahwa ada kekeliruan dalam model kebangsaan Indonesia.

Baginya, model kebangsaan Indonesia telah melahirkan kategori kelompok-kelompok yang tersingkirkan dan terpinggirkan. Meskipun model tadi didasarkan pada suatu konsep sipil, yakni bahwa kewarganegaraan harus diberikan kepada semua orang yang tinggal di bekas Hindia-Belanda, pengungkapannya dalam perundang-undangan telah menyingkirkan atau meminggirkan kelompok-kelompok tertentu. Suatu proses pembedaan telah memisahkan mereka dari konstruksi negara mengenai ?keindonesiaan?.

Sabtu, 29 Juni 2013

AGAMA JAWA


Judul : AGAMA JAWA
Penulis: Clifford Geertz
Penerbit : Komunitas Bambu

Harga buku: Rp. 160.000

Pemesanan : sms 08122742231/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis

Buku klasik dalam studi tentang Indonesia ini disebut-sebut sebagai salah satu yang paling berpengaruh di dunia kajian kebudayaan dan terus menimbulkan pembahasan, perdebatan akademis serta menginspirasi kajian-kajian baru di tingkat internasional maupun nasional. Bahkan baru-baru ini Journal of Social Issues in Southeast Asia menyatakannya sebagai The Most Influential Books of Southeast Asian Studies.

Buku ini berasal dari disertasi Clifford Geertz berdasarkan penelitian di Jawa pada 1952–1954. Geertz mencoba menyimpang dari tradisi antropologi umumnya yang memberi perhatian utama kepada komunitas kecil petani atau penggembala, juga suku-suku terasing yang cenderung menghilang. Suatu kota kecil di Jawa Timur, disebut Modjokuto, dipilihnya untuk memberikan kontras terhadap kecenderungan tersebut, karena kota kecil itu mempunyai penduduk yang melek huruf dengan tradisi yang tua, urban, sama sekali tidak homogen serta sadar dan aktif secara politik. Di Modjokuto terjadi benturan budaya, dimana Islam, Hinduisme, dan tradisi animisme berbaur dalam satu sistem sosial.

Senin, 24 Juni 2013

Imagined Communities / Komunitas-Komunitas Terbayang



Judul     : Imagined Communities / Komunitas-Komunitas Terbayang
Penulis  : Benedict Anderson
Penerbit : Pustaka Pelajar

Harga : Rp. 55.000

Pemesanan : sms 08122742231/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis

Buku ini merupakan edisi perbaikan dari sebelumnya. Buku yang telah banyak dikenal oleh berbagai kalangan ini terbit sebagai sumbangan kritis bagi pemahaman tentang nasionalisme. Nasionalisme yang kini memiliki sudut pandang beragam dan salah-salah dimanfaatkan untuk mendapatkan melakukan perlawanan.

Ben Anderson seorang sejarawan dan antropolog telah sejak lama meneliti tentang Indonesia. Sejak lama. Dalam bukunya ini ben mencoba menggali nasionalisme dari akar-akar budayanya, asal mula kesadaran nasional, etnografi, dan lainnya.  Buku ini diharapkan dapat memberikan sumbangan berharga bagi penelusuran atas konsep nasionalisme sekaligus meninjau secara historis tahapan-tahapan perjalanan sebuah bangsa.

Senin, 27 Mei 2013

METODE ETNOGRAFI



Judul : METODE ETNOGRAFI                  
Penulis: James P. Spradley
Penerbit : Tiara Wacana
Harga buku: Rp 48.000

Pemesanan : sms 08122742231/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis

Metode etnografi yang diuraikan dalam buku ini adalah tipe metode yang bersumber pada ethnoscience, atau yang dikenal sebagai etnografi baru. Bila etnografi modern, yang dipelopori oleh Radcliffe-Brown dan Malinowski, berusaha mengarahkan kajian etnografi pada upaya generalisasi, yakni penyusunan kaidah-kaidah umum tentang masyarakat (melalui komparasi antara organisasi internal masyarakat dan sistem sosial), maka etnografi baru justru berusaha menemukan keunikan' dari suatu masyarakat, yakni persepsi dan organisasi pikiran dari masyarakat atas fenomena material yang ada di sekelilingnya. Oleh karenanya, objek kajian antropologi tidak lagi berkenaan dengan fenomena material, melainkan dengan cara fenomena tersebut diorganisasikan di dalam pikiran (mind) manusia. Singkatnya, lantaran budaya berada di dalam pikiran manusia, dan bentuknya adalah organisasi pikiran tentang fenomena material, maka tugas etnografi adalah menemukan dan menggambarkan organisasi pikiran tersebut. Dengan acuan perspektif yang demikian itu, di dalam buku ini Spradley melukiskan empat tipe analisis etnografis, yakni analisis domain; analisis taksonomik; analisis komponen; dan analisis tema.