Tampilkan postingan dengan label Nasionalisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasionalisme. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Januari 2017

STUDI STRATEGI Logika Ketahanan dan Pembangunan Nasional

Judul : STUDI STRATEGI Logika Ketahanan dan Pembangunan Nasional
Penulis: Daoed Joesoef
Penerbit : Kompas
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp. 90.000

Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 / pin BB:7F9043D6 /email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline


Sinopsis


Keberadaan Indonesia di muka Bumi ini terkait juga dengan gejolak di Kawasan Teduh. Indonesia yang terletak antara dua benua Asia dan Australia dan dua samudra yaitu Lautan Hindia dan Pasifik semestinya memiliki “strategi maritim”, Indonesia sebagai negara kepulauan, arsipelago, yang 75 persen terdiri dari air dan 25 persen daratan, dengan kata lain Indonesia adalah Negara-Bangsa maritim. Oleh karena itu, sudah saatnya pembentukan kekuatan laut demi menjamin ketahanan nasional. Strategi maritim ini demi penegakan kontrol atas lautan dan kontrol atas daratan.

Satu hal lain yang berhubungan dengan ketahanan nasional, bahwa Papua dan Maluku berperan sebagai “jantung Tanah Air”, sedangkan Kepulauan Sunda Besar dan Sunda Kecil yang tersebar di lautan itu berperan sebagai “arteri”. Oleh karena itu, Papua selalu diganggu pihak lain dengan maksud memecah-belah NKRI. Dengan demikian, siapa yang berhasil menguasai Papua dan Maluku, maka menguasai jantung arsipelago Indonesia sekaligus arterinya. Oleh karena itu, Daoed Joesoef menganjurkan agar Indonesia membuat pangkalan Angkatan Laut yang baru, yaitu di Sabang, Kepulauan Riau, pesisir barat Sulawesi, Walgeo (Kepala Burung Papua), Pulau Tanimbar.
Indonesia sebagai negara berdaulat seharusnya tetap eksis dalam geopolitik, geostrategi, geoekonomi, geokultur, geopendidikan, dan geodiplomasi. Indonesia perlu mengukuhkan dua sisi
kebijakan nasional, yaitu kepastian eksistensi Negara Bangsa Indonesia, artinya perlu menyadari kondisi keberadaan Indonesia di bumi ini.

Sabtu, 21 November 2015

PANGGILAN TANAH AIR

Judul : PANGGILAN TANAH AIR Tinjauan Kritis atas Porak-Porandanya Indonesia
Penulis : Noer Fauzi Rahcman
Penerbit : Literasi Press
Kondisi : Baru  

Harga : Rp.40.000



Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 / pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline

Sinopsis :


Buku ini hendak mengangkat tema "Tanah Air" sebagai kampung halaman rakyat. Bukan "tanah air" sebagai imajinasi ideal yang simbolik, umum dan abstrak, yang dijadikan rujukan dalam romantisme atas alam yang indah melalui tamasya. Tanah air yang dimaksud disini adalah tempat nyata dimana rakyat Indonesia benar-benar hidup dan mempertahankanya.

Dengan buku ini kita diajak untuk membuka mata melihat situasi sebagian dari tanah air, kampung halaman tempat hidup rakyat di desa-desa, di seantero Nusantara (Nusa-antara, gugusan pulau-pulau). Saya merasa tugas utama buku ini adalah, Pertama : menunjukkan perlunya kita memperhatikan bagaimana reorganisasi ruang untuk meluaskan/sistem produksi kapitalis yang menghasilkan komoditas-komoditas global. Kedua : apabila pembaca buku ini dapat mengidamkan dan membayangkan suatu cara pengambdian untuk memperbaiki situasi tanah air.

Panggilan Tanah Air karya Noer Fauzi Rachman adalah sebuah manifesto untuk mengabdi pada Tanah AIr dan Ibu Pertiwi, sebuah manifesto yang berangkat dari keprihatinan dan tanggung jawab besar dari seorang anak bangsa atas porak-porandanya tanah air Indonesia akibat sistem ekonomi yang kapitalistik.

Kamis, 29 Oktober 2015

SEMANGAT MUDA



Judul : SEMANGAT MUDA

Penulis: TAN MALAKA

Penerbit : Sega Arsy

Kondisi : Baru



Harga buku: Rp.35.000



Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 /pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline





Sinopsis



Semangat Muda ditulis oleh Tan Malaka sebagai panduan gerakan rakyat yang dipimpin oleh kaum Buruh sebagai avangarde dari perjuangan menuju ke kemerdekaan. Dalam aksi melawan imperialisme kolonial Belanda diperlukan adanya konsep persatuan, persatuan yang mencakup semua golongan, semua lapisan masyarakat. Namun dalam prakteknya Tan Malaka menunjuk kaum buruh tampil sebagai pimpinan dengan alasan buruh lebih mudah terorganisir dan lebih murni pemikirannya.

Kamis, 30 Juli 2015

MENJADI BANGSA TERDIDIK

 Judul :MENJADI BANGSA TERDIDIK Menurut Soedjatmoko
Penulis : Soedjadmoko
Penerbit :Kompas
Kondisi : Bekas masih bagus

Harga : Rp. 50.000

Pemesanan : sms 085878268031/WA: 08886824445 pin BB: 234FB00C/email :  empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline

Sinopsis

Melalui buku ini. Soedjatmoko menguraikan seluruh pandangan visioner bangsa yang mengatasi zamannya yang hingga kini menjadi kenyataan, bahkan tengah berlansung. Seperti ledakan penduduk di negara berkembanga yang diprediksi semuan serta akibat yang ditimbulkannya, gejolak sosialdi kota-kota berpenduduk padat. Lemahnya sumber daya manusia, kerusakan ekologi, pendidikan agama, termasuk bahasa Indonesia sebagai alat perjuangan bangsa.

Jumat, 27 Maret 2015

Amir Sjarifoeddin: Nasionalis yang Tersisih



Judul : Amir Sjarifoeddin: Nasionalis yang Tersisih
Penulis: Yema Siska Purba
Penerbit : POLGOV UGM
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp. 50.000.

Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline


Sinopsis

Amir Sjarifoeddin menjadi korband dari Revolusi Indonesia yang turut ia gagas. Perjuangannya tidak dihargai dengan pantas dan sejarah resmi negara melupakan perannya dalam memerdekakan bangsa. Pun, perjuangannya kandas sebelum terwujud. Ia dieksekusi mati oleh regu tembak di Ngalihan bersama sekian orang tanpa nama yang ikut serta dalam peristiwa Madiun 1948. Tidak seperti rekan-rekan seperjuangannya –Hatta, Soekarno, dan Sjahrir yang menerima bintang jasa, –sosok  Amir tenggelam. Banyak dari buku-buku yang memaparkan peranan Amir dalam perjuangan kemerdekaan dimusnahkan dan dilarang beredar.

Dengan demikian, buku pertama dengan bentuk biografi yang diterbitkan oleh POLGOV ini menjadi sebuah upaya penanding, demi mengangkat kembali impian dan semangat nasionalisme Amir. Semangatnya menyeluruh untuk segala bidang,  diantaranya dalam bidang bahasa, etnis, peran negara melawan nekolim, usaha mengerahkan kekuatan massa, pertahanan nasional, dan diplomasi internasional, urgensi peran buruh dan petani dalam revolusi, serta perannya yang besar dalam menghegemoni pembentukan partai dan gerakan-gerakan. Buku ini juga secara terperinci menuturkan riwayat hidup, relasi keluarga, dan karier politik serta gerakan perjuangan yang digagasnya. Semua hal itu, termasuk pronsip dan ideologinya, mengantarkan Amir pada pemikiran yang matang untuk konsepsi nasionalisme Indonesia.

Selasa, 10 Februari 2015

BUNG KARNO


Judul : BUNG KARNO Biografi Putra Sang Fajar
Penulis : Jonar TH Situmorang
Penerbit : Arr Ruzz
Kondisi : Baru

Harga : Rp. 101.000

Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ twitter : @empuonline


Sinopsis


Bung Karno adalah sosok pribadi yang selalu menarik dan tak pernah selesai untuk diperbincangkan. Peran hidupnya sebagai founding father , nasionalis, cendekiawan, idiolog, orator ulung, dan bahkan sosok negarawan yang hebat, bwlum tentu dapat twrgantikan dalam 100 tahun ke depan.

Senin, 06 Oktober 2014

JALAN KE PENGASINGAN

Judul : JALAN KE PENGASINGAN Pergerakan Nasionalis Indonesia 1927-1934
Penulis : John Ingleson
Penerbit : LP3ES
Kondisi : bekas (90%)

Harga : Rp. 60.000

Pemesanan : sms 085 787 268 031/pin bb 234GB00C/ Email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter@empuonline

Sinopsis :

Buku ini merupakan hasil penelitian John Ingleson terhadap gerakan kemerdekaan Indonesia. Penelitian ini terutama difokuskan  pada organisasi PNI. Dalam buku ini digambarkan kondisi
 pada saat itu dan munculnya gerakan nasionalis, reaksi pemerintah  dimana terjadi penangkapan-penangkapan terhadap tokoh-tokoh nasionalis. Gerakan yang muncul pasca penangkapan dan jalan yg ditempuh para tokoh di pengasingan.




Rabu, 16 Juli 2014

Sastra Nasionalisme Pascakolonialitas




Judul : Sastra Nasionalisme Pascakolonialitas


Penulis: Katrin Bandel
Penerbit : Pustaha Hariara
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp. 56.000

Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis


Pengantar Katrin Bandel 

Bagi saya, salah satu unsur terpenting dalam penulisan esei adalah memposisikan diri. Memposisikan diri bisa dimaknai sebagai “berpendapat”, dalam arti mengekspresikan pandangan atau penilaian mengenai permasalahan tertentu. Namun dalam perkembangannya, khususnya dalam jangka waktu tujuh tahun yang terdokumentasikan dalam kumpulan esei ini, usaha memposisikan diri juga semakin sering dan semakin eksplisit saya kaitkan dengan peta relasi kekuasaan global dan posisi saya sendiri di dalamnya. Sebagai perempuan berkulit putih asal Eropa yang menulis dalam bahasa Indonesia, di manakah saya berdiri?
Ada persoalan apa dengan identitas saya sebagai perempuan berkulit putih asal Eropa, dan apa kaitannya dengan kegiatan tulis-menulis yang saya geluti? Untuk menjawab pertanyaan itu, saya ingin berangkat dari sebuah anekdot yang diceritakan pemikir pascakolonial asal India Gayatri Chakravorty Spivak dalam sebuah dialog seputar masalah representasi:

I will have in an undergraduate class, let’s say, a young, white male student, politically-correct, who will say: ‘I am only a bourgeois white male, I can’t speak.’ In that situation—it’s peculiar, because I am in the position of power and their teacher and, on the other hand, I am not a bourgeois white male—I say to them: ‘Why not develop a certain degree of rage against the history that has written such an abject script for you that you are silenced?’

(Gayatri Chakravorty Spivak 1993, hlm. 197)

(Misalnya, dalam sebuah kelas untuk matakuliah S1 yang saya ampu akan ada seorang mahasiswa laki-laki muda berkulit putih yang, karena ingin bersikap politically-correct, akan berkata: ‘Saya hanya laki-laki borjuis kulit putih, saya tidak bisa bicara.’ Dalam situasi tersebut—dan situasi itu memang unik, sebab saya dalam posisi berkuasa sebagai dosen mereka, tapi di sisi lain, saya bukan laki-laki borjuis berkulit putih—saya akan kemudian berkata pada mereka: ‘Kenapa Anda tidak mencoba untuk, sampai tingkat tertentu, menumbuhkan kemurkaan dalam diri Anda terhadap sejarah yang telah menuliskan naskah yang begitu keji bagi Anda, sehingga kini Anda tidak dapat bicara?’)

Senin, 23 Juni 2014

MARHAEN dan WONG CILIK



Judul : MARHAEN dan WONG CILIK
            Membedah Wacana dan Praktik Nasionalisme bagi Rakyat Kecil dari PNI sampai PDI Perjuangan
Penulis: Retor A.W. Kaligis
Kata Pengantar : Joko Widodo (Jokowi)
Penerbit : Marjinkiri
Kondisi : Baru, Tersegel

Harga buku: Rp. 60.000

Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ 

Sinopsis

Tidak seperti sejarah nasionalisme bangsa-bangsa Eropa yang lebih didasarkan pada kesamaan bahasa atau suku, nasionalisme Indonesia lahir di atas fakta keanekaragaman suku, bahasa, budaya, dan keyakinan, yang dipersatukan oleh suatu rasa senasib sepenanggungan sebagai bangsa terjajah. Dengan demikian, maka proyek keadilan sosial dan pembebasan dari kemiskinan adalah bagian integral dari nasionalisme Indonesia. Tapi bagaimanakah partai-partai nasionalis memaknai upaya pembebasan rakyat kecil ini sepanjang sejarahnya?

Jika kita runut dari sejarah, maka kita harus mulai dari PNI. PNI memakai istilah “marhaen” sebagai upaya indentifikasi mereka pada rakyat kecil. Istilah “marhaen”  sendiri dipopulerkan oleh Soekarno sebagai reaksi atas kebijakan pemerintah Hindia Belanda menggencarkan liberalisasi ekonomi melalui pembukaan sektor perkebunan dan pertambangan bagi kapitalisme asing.

Sementara istilah “wong cilik” mulai dipopulerkan PDI pada akhir tahun 1980an sebagai reaksi atas kebijakan ekonimi orde baru yang melahirkan konglomerasi Indonesia, dan masih terus digunakan oleh PDI Perjuangan pasca Orde Baru.

Rabu, 23 April 2014

KATA ADALAH SENJATA



Judul : KATA ADALAH SENJATA
Penulis: Subcomandante Marcos
Penerbit : Resist
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp. 80.000

Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ twitter : @empuonline


Sinopsis

Buku ini melengkapi Bayang Tak Berwajah, buku yang mengangkat tulisan-tulisan Subcomandante Marcos beserta teks-teks lain mengenai Zapatista (Tentara Pembebasan Nasional Mexico) dari tahun 1994 sampai paruh awak 2001. Paruh 2001 selanjutnya sampai 2004 serta sedikit yang tercecer dari tahun-tahun sebelumnya terkumpul dalam buku ini.