Tampilkan postingan dengan label esai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label esai. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Maret 2016

NGUDUD Cara Orang Jawa Menikmati Hidup



Judul : NGUDUD Cara Orang Jawa Menikmati Hidup
Penulis: Imam Budhi Santosa
Penerbit : Manasuka
Kondisi : Segel

Harga buku: Rp. 35.000

Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 /pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline


Sinopsis

Berabad-abad, orang Jawa dihadang bermacam hal yang dapat merusak ketenangan dan kesejahteraan hidupnya. Padahal, mereka tidak boleh kalah dan menyerah. Harus tabah, sabar, dan mampu bangkit kembali sewaktu-waktu, karena memang disanalah sawah-ladangnya untuk mencari rezeki.

Ibarat luka, masalah fisik dapat disembuhkan dengan berbagai sarana. Namun, untuk mengobati luka batin, untuk memperoleh kembali ketenangan diri, orang jawa akan mencari solusi menurut pertimbangan dan pilihan masing-masing. Salah satu solusi tersebut adalah : merokok (ngudut)

Merokok bagi orang Jawa, tak beda dengan rutinitas menikmati suara burung perkutut, minum teh nasgithel dengan gula batu, nglaras uyon-uyon, atau memancing di sungai malam-malam. Ya, semua itu adalah upaya menghibur diri, membahagiakan hati, mengendorkan ketegangan hidup, yang telah menjadi adat tradisi orang jawa selama ini.

Artinya, bisa jadi, hanya dengan merokok murahan, rokok tingwe, atau puntung sekalipun, wong cilik di Jawa dapat terus berdiri dan mandiri, melupakan sejenak beban hidup yang tak mungkin lagi digambarkan dengan kata dan bahasa. Dari situ pula, mereka mampu terus bertahan dan membangun sejarah tanah kelahirannya...

Rabu, 16 Juli 2014

Sastra Nasionalisme Pascakolonialitas




Judul : Sastra Nasionalisme Pascakolonialitas


Penulis: Katrin Bandel
Penerbit : Pustaha Hariara
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp. 56.000

Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis


Pengantar Katrin Bandel 

Bagi saya, salah satu unsur terpenting dalam penulisan esei adalah memposisikan diri. Memposisikan diri bisa dimaknai sebagai “berpendapat”, dalam arti mengekspresikan pandangan atau penilaian mengenai permasalahan tertentu. Namun dalam perkembangannya, khususnya dalam jangka waktu tujuh tahun yang terdokumentasikan dalam kumpulan esei ini, usaha memposisikan diri juga semakin sering dan semakin eksplisit saya kaitkan dengan peta relasi kekuasaan global dan posisi saya sendiri di dalamnya. Sebagai perempuan berkulit putih asal Eropa yang menulis dalam bahasa Indonesia, di manakah saya berdiri?
Ada persoalan apa dengan identitas saya sebagai perempuan berkulit putih asal Eropa, dan apa kaitannya dengan kegiatan tulis-menulis yang saya geluti? Untuk menjawab pertanyaan itu, saya ingin berangkat dari sebuah anekdot yang diceritakan pemikir pascakolonial asal India Gayatri Chakravorty Spivak dalam sebuah dialog seputar masalah representasi:

I will have in an undergraduate class, let’s say, a young, white male student, politically-correct, who will say: ‘I am only a bourgeois white male, I can’t speak.’ In that situation—it’s peculiar, because I am in the position of power and their teacher and, on the other hand, I am not a bourgeois white male—I say to them: ‘Why not develop a certain degree of rage against the history that has written such an abject script for you that you are silenced?’

(Gayatri Chakravorty Spivak 1993, hlm. 197)

(Misalnya, dalam sebuah kelas untuk matakuliah S1 yang saya ampu akan ada seorang mahasiswa laki-laki muda berkulit putih yang, karena ingin bersikap politically-correct, akan berkata: ‘Saya hanya laki-laki borjuis kulit putih, saya tidak bisa bicara.’ Dalam situasi tersebut—dan situasi itu memang unik, sebab saya dalam posisi berkuasa sebagai dosen mereka, tapi di sisi lain, saya bukan laki-laki borjuis berkulit putih—saya akan kemudian berkata pada mereka: ‘Kenapa Anda tidak mencoba untuk, sampai tingkat tertentu, menumbuhkan kemurkaan dalam diri Anda terhadap sejarah yang telah menuliskan naskah yang begitu keji bagi Anda, sehingga kini Anda tidak dapat bicara?’)

Minggu, 30 Maret 2014

MENGANTAR DARI LUAR



Judul : MENGANTAR DARI LUAR
Penulis: Puthut EA 
Penerbit : eabooks
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp 68.000

Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ 
TERJUAL

Sinopsis

Tidak berbeda dengan karya-karya fiksinya esai-esai Puthut EA dalam buku ini menawarkan pengalaman rasa yang beraneka. Pada esai-esainya kita akan menemukan rasa yang berjalin dan berkelindan dengan fakta, wacana dan pengalaman yang terangkum dalam bahasa lincah, mengalir tak membosankan membawa kita pada pengalaman serta perkenalan yang dalam, hangat dan menyenangkan atau kadang-kadang mengganggu tentang apapun bahasan yang dikupas.

Puthut EA mencatat fakta, baik dari hasil reportase, riset dan wawancara dengan kecermatan kerja seorang wartawan. Ia lalu menuliskannya dengan kepiawaian seorang penulis fiksi. Kita akan dibuat hanyut detil adegan, plot, dan terbenam oleh aneka anekdot. Begitulah cara ia mengantarkan kisah para tokoh , aneka manusia ditengah peristiwa, dan bahkan sejarah sebuah wadah.

Beberapa artikel dalam buku yang ditulis dengan sederhana dan mudah dibaca ini akan memaksa kita berpikir keras untuk mengevaluasi kembali berbagai strategi yang selama ini banyak dipergunakan dalam gerakan sosial di Indonesia.