Tampilkan postingan dengan label Marjin Kiri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marjin Kiri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Februari 2015

DIBALIK MARX

Judul : DIBALIK MARX Sosok dan Pemikiran Friedric Engels
Editor : Dede Mulyanto
Kata Pengantar : Sylvia Tiwon
Penerbit : Marjinkiri
Cetakan :pertama
Kondisi : Baru

Harga : Rp.48.500  (Empat Puluh Delapan Lima Ratus Rupiah)
Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline

Sinopsis

Peran Engels kerap dikerdilkan hanya sebagai juru tulis Marx, atau sahabat yang bertugas membantu kondisi keuangan Marx. Beberapa pengamat bahkan menggambarkannya sebagai penulis amatiran yang telah mengotak-atik pemikiran Marx di kemudian hari.

Buku ini adalah bagian dari upaya untuk merehabilitasi sosok dan pemikiran Engels yang sesungguhnya dan mendudukkan-nya sebagaimana mestinya. Pemikiran Engels terlalu besar untuk disepelekan. Dialah yang memulai studi etnografis atas kaum buruh London, dia pula yang dengan kuat menunjukkan keterkaitan antara kepemilikan privat dengan subordinasi perempuan dan mengungkapkan peran negara sebagai pelesatari subordinasi tersebut. Engels pulalah yang membuat Marx beralih dari filsafat untuk menerjuni kritik ekonomi-politik yang menurutnya merupakan kunci untuk membongkar cara kerja kapitalisme.

Kekayaan pemikiran Engels diurakan melalui beragam contoh kasus, mulai dari evolusi tangan manusia hingga konflik keagamaan di Tibet,  

PERBUDAKAN SEKSUAL

 Judul : PERBUDAKAN SEKSUAL Perbandingan Antara Masa Fasisme Jepang dan Neofasisme Orde Baru
Penulis : Anna  Mariana
Penerbit :Marjinkiri
Kondisi : Baru
Cetakan : Pertama

Harga : Rp. 48.000 (Empat Puluh Delapan Ribu Rupiah)

Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline


Sinopsis

Kekerasan massal terhadap perempuan berulang terjadi pada tiap-tiap masa krisis dan transisi dalam sejarah politik Indonesia, yakni pada periode singkat kekuasaan Jepang, pada periode  konsolidasi Orde Baru pasca 1965 dan pada 1998.

Buku ini membahas dan membandingkan kekerasan pada masa fasis Jepang dan neofasis Orde Baru pasca 1965. Meski banyak dilingkari oleh penguasa, kekerasan terhadap perempuan yang terjadi pada kedua era itu layak disebut sebagai perbudakan seksual, karena berlangsung terus menerus, sistematik, dan berulang -yang agak membedakan dengan kasus pemerkosaan umumnya. Negara terlibat dengan membiarkannya terjadi.

Dilengkapi dengan wawancara dan petikan-petikan kesaksian para menyintas (baik mereka yang diperbudak sebagai jugun ianfu pada masa Jepang, maupun tapol perempuan yang diperlakukan semena-mena pasca 1965), buku ini hendak menjawab : Situasi sosial-politik  dan kultural macam apakah yang membantu terciptanya praktik perbudakan seksual ini? Apa motivasi pelakunya? Apakah persamaan dan perbedaan praktik perbudakan seksual pada kedua masa rezim fasis ini? Bagaimanakah bentuk-bentuk dan pola-polanya?                                    
 
                                                                
           

Senin, 15 September 2014

EKONOMI INSANI Kritik Karl Polanyi terhadap Sistem Pasar Bebas

Judul : EKONOMI INSANI Kritik Karl Polanyi terhadap Sistem Pasar Bebas
Penulis : Justinus Prastowo
Penerbit : MARJINKIRI
Kondisi : Baru

Harga : 36.000

Pemesanan : sms. WA 085878268031/ pin bb : 234 FB00C/ email : empu_online@yahoo.com

Sinopsis : 

Tak ada pemikiran yang begitu cermat memprediksi dampak merusak perekonomian pasar dan krisis sosial-ekonomi akibat Depresi Besar 1930an selain Karl Polanyi melalui karya besarnya The Great Transformation. Dan kini, ditemgah krisis kapitalisme silih berganti dengan laju yang sangat cepat analisa Polanyi menjadi kian relevan dan penting untuk ditengok kembali.

Buku Justinus Prastowo ini menawarkan jalan masuk cemerlamg ke arah itu. Bagi siapapun yanf infin mencari solusi alternatif atas bahaya yang ditimbulkan oleh kapital dan pasar tak terbendung terhadap demokrasi dan kehidupan masyarakat.

Senin, 23 Juni 2014

MARHAEN dan WONG CILIK



Judul : MARHAEN dan WONG CILIK
            Membedah Wacana dan Praktik Nasionalisme bagi Rakyat Kecil dari PNI sampai PDI Perjuangan
Penulis: Retor A.W. Kaligis
Kata Pengantar : Joko Widodo (Jokowi)
Penerbit : Marjinkiri
Kondisi : Baru, Tersegel

Harga buku: Rp. 60.000

Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ 

Sinopsis

Tidak seperti sejarah nasionalisme bangsa-bangsa Eropa yang lebih didasarkan pada kesamaan bahasa atau suku, nasionalisme Indonesia lahir di atas fakta keanekaragaman suku, bahasa, budaya, dan keyakinan, yang dipersatukan oleh suatu rasa senasib sepenanggungan sebagai bangsa terjajah. Dengan demikian, maka proyek keadilan sosial dan pembebasan dari kemiskinan adalah bagian integral dari nasionalisme Indonesia. Tapi bagaimanakah partai-partai nasionalis memaknai upaya pembebasan rakyat kecil ini sepanjang sejarahnya?

Jika kita runut dari sejarah, maka kita harus mulai dari PNI. PNI memakai istilah “marhaen” sebagai upaya indentifikasi mereka pada rakyat kecil. Istilah “marhaen”  sendiri dipopulerkan oleh Soekarno sebagai reaksi atas kebijakan pemerintah Hindia Belanda menggencarkan liberalisasi ekonomi melalui pembukaan sektor perkebunan dan pertambangan bagi kapitalisme asing.

Sementara istilah “wong cilik” mulai dipopulerkan PDI pada akhir tahun 1980an sebagai reaksi atas kebijakan ekonimi orde baru yang melahirkan konglomerasi Indonesia, dan masih terus digunakan oleh PDI Perjuangan pasca Orde Baru.

KEBANGKITAN GERAKAN BURUH Refleksi era Reformasi



Judul : KEBANGKITAN GERAKAN BURUH Refleksi era Reformasi
Editor : Jafar Suryomenggolo
Penerbit : Marjinkiri
Kondisi : Baru, Tersegel

Harga buku: Rp. 28.000

Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ 

Sinopsis

Reformasi 1998 telah merubah struktur sosial-politik hubungan antara negara dan gerakan buruh, yang membuat gerakan buruh relatif lebih bebas berorganisasi dan berserikat. Namun disisi lain, reformasi 1998 juga membawa perubahan struktur ekonomi-politik lewat kebijakan-kebijakan neoliberal yang diletakkan sebagai fondasi baru negara dalam pasar global. Dalam situasi demikian, reformasi 1998 memaksa gerakan buruh untuk meredefinisi tugas, kerja dan tantangan yang dihadapinya sebagai bentuk kontekstualisasi organisasi bagi anggota dan masyarakat umumnya.

Walau gerakan buruh bukanlah motor utama Reformasi 1998, tak dapat dipungkiri bahwa gerakan buruh pasca reformasi 1998 membawa berbagai perubahan penting dalam iklim demokrasi di Indonesia. Yang pasti, serikat buruh menjadi salah satu organisasi massa yang murni tumbuh dari dalam masyarakat pasca 1998. Selain itu juga, sebagai organisasi sosial, serikat buruh telah dengan kritis dan aktif mempertanyakan (bahkan menentang) kebijakan-kebijakan neoliberal yang merugikan masyarakat umum. Gerakan buruh kini tidak hanya terpaku pada masalah-masalah pabrik saja, tetaoi telah membawa kontribusi penting bagi masyarakat luas seperti yang kita saksikan dalam aksi mendorong Sistem Jaminan Sosial Nasional.

Faktar-fakta tersebut mengantar para penulis buku ini untuk menggali secara lebih mendalam peran gerakan buruh di alam kebebasan berserikat. Apa yang seharusnya menjadi prioritas gerakan? Bagaimana kerja gerakan buruh mampu menciptakan gaung sosial bagi masyarakat umum? Pertanyaan-pertanyaan demikian penting sebagai bahan refleksi guna mencoba menawarkan sintesa dalam arah perkembangan baru gerakan buruh di Indonesia.  

Minggu, 20 April 2014

Apa itu Musik ?



Judul : Apa itu Musik ?
Penulis: Karina Andjani
Penerbit : Marjin Kiri
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp.32.000

Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ 
                                                 TERJUAL

Sinopsis

Sedemikian lazim dalam sejarahnya bahwa musik merupakan modus bunyi definitif yang hingga pada masa tertentu muncul komponis John Cage menggebrak dengan konsep musik senyapnya. Sebuah komposisi musik tanpa bunyi. Bagaimana mungkin? Cage menjadi sosok revolusioner yang tidak pernah sepi diperbincangkan atau menjadi objek studi bukan saja dalam sejarah musik namun meluas ke disiplin studi lainnya. Di Indonesia belum ada yang mengulas atau menulis, lalu menerbitkan, buku tentang musik John Cage.

Pada 1952, komponis John Cage mementaskan karyanya berjudul 4’33”. Dalam komposisi ini, seorang pianis ternama duduk diam di depan piano selama 4 menit 33 detik tanpa memainkan satu nada pun. Karya kontroversial ini langsung memicu banyak perdebatan estetik dan filosofis yang mungkintak berkesudahan hingga sekarangn. Bagaimana kita harus memaknai eksperimen Cage ini? Bisakah sunyi disebut musik? Lebih jauh adakah yang disebut kesunyian itu?

Sebagai pelajar filsafat sekaligus pemain piano, Karina Andjani menjelajahi pertanyaan-pertanyaan menggelitik tersebut. Bukan hanya mengulas Cage, buku Karina ini pada dasarnya adalah telaah tentang ontologi musik- apa yang disebut musik itu, dan apa saja syarat-syaratnya?

Rabu, 22 Januari 2014

Aku Bukan Manusia, Aku Dinamit: Filsafat Nietzsche dan Politik Anarkisme



Judul : Aku Bukan Manusia, Aku Dinamit: Filsafat Nietzsche dan Politik Anarkisme

Penulis: John Moore (Ed.)
Penerbit : Marjin Kiri
Kondisi :Baru

Harga buku: Rp. 34.000

Pemesanan : sms 08122742231/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis


Mengaitkan filsafat Nietzsche dengan anarkisme barangkali terdengar mengejutkan, terutama karena Nietzsche sendiri mengutuk amat keras pandangan politik sama rata sama rasa baik yang dianut oleh anarkisme maupun sosialisme.

Namun demikian, ada pokok-pokok kesesuaian tertentu antara filsafat Nietzsche dan anarkisme, terutama karena keduanya sama-sama antisistem dan mengusung visi transformasi sosial radikal. Ide berfilsafat dengan godam dan transvaluasi segala nilai yang diusung Nietzsche jelas merupakan komponen integral dari proyek politik anarkisme, yakni penghapusan segala bentuk kuasa, kontrol, dan paksaan.

Kumpulan esai ini berusaha mengkaji kaitan historis, politik, dan filosofis antara pemikiran transgresif Nietzsche dan visi politik anarkisme.