Tampilkan postingan dengan label Gramedia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gramedia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Juni 2016

FILSAFAT MODERN

Judul : FILSAFAT MODERN Dari Machiavelli sampai Nietzsche
Penulis: F. Budi Hardiman
Penerbit : Gramedia
Kondisi : Bekas

TERUAL

Harga buku: Rp. 120.000

Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 /pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline


Sinopsis

Suatu hari Rousseau kehilangan arlojinya karena dicuri orang. "ah untunglah, "katanya, "sekarang aku tak perlu menghitung waktu pula". Cerita ini hanyalah satu fragmen dalam buku yang memuat pemikiran sekitar 50 filsuf modern selama kurang lebih 400 tahun ini, mulai dari Machiavelli di zaman Reinesans abad ke-16 sampai dengan pemikiran Nietzsche di akhir abad ke-19. Penulisnya mengajak kita tidak hanya untuk mendalami ide-ide besar, seperti "aku berpikir, maka aku ada" (Descartes) atau "Yang rasional itu real, yang real itu rasional" (Hegel), melainkan juga menikmati kisah-kisah herois-tragis para jenius filsafat Barat, seperti dibakarnya Bruno di Roma, diusirnya Spinoza dari sinagoga, melankoli Kierkegarard, Kegilaan Nietzsche, atau kisah rahasia, seperti anak Hegel yang mati di Batavia. Bahkan dihidangkann juga lecehan si murung Schopenhauer, seperti "perepmuan itu 'makhluk bawah', semacam tahap menengah antara anak-anak dan laku-laki dewasa", atau pengakuan Marx yang mengejutkan aktivis gerakan, "Segala yang kuketahui: Aku bukan Marxis!"

Gagasan-gagasan para filsuf modern itu kerap tidak nyaman di telinga para penjaga status quo: kedengaran subversif bagi rezim politis, 'bidah' bagi ortodoksi agam, dan 'sinting' bagi mediocrity. Namun merekalah yang membuka jalan bagi kebebasan berpikir. Tanpa mereka kiranya orang tidak  pernah berani secara rasional mendekati misteri manusia, masyarakat, dunia, dan tuhan seperti yang kini berkembang dalam berbagai ilmu modern. Sains, teknik, ekonomi kapitalis, negara hukum dan demokrasi modern berpangkal dari sebuah pemahaman filosofis yang lalu menjadi elemen kesadaran modern itu dalam berbagai ajaran, mulai dari humanisme Reinesans, rasionalisme, empirisme, kritisisme, idealisme, materialisme, romantisme, dan positivisme.

Dilengkapi dengan catatan pinggir, kata -kata mutiara, cuplikan teks orisinal, bagan,foto, lukisan, tips praktis, kamus dan bahkan anekdot, buku ini menjadi sebuah buku referensi dan pengantar yang unik ke dalam sejarah filsafat Barat modern.    

Rabu, 02 Maret 2016

DESENTRALISASI FISKAL DI NEGARA-NEGARA BERKEMBANG



Judul :  DESENTRALISASI FISKAL DI NEGARA-NEGARA BERKEMBANG
Penulis: Richard M. Bird dan Francois Vaillancourt
Penerbit : Gramedia
Kondisi : Baru Stok Lama

Harga buku: Rp. 78.000

Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 /pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline

Terjual


Sinopsis
Kecenderungan untuk mewujudkan otonomi daerah tengah marak dewasa ini. Dalam kacamata awam otonomi daerah bagaikan membalik telapak tangan—hanya soal membuat keketatapan-ketetapan yang mengatur perimbangan kekuasan dan fiskal antara pemerintah daerah dan pusat. Tentu saja tidak semudah itu. Apalagi jika tuntutan otonomi daerah diwarnai dengan luka ketidakadilan yang diderita selama ini. Disinilah desentralisasi fiskal menemukan relevansinya.

Desentralisasi adalah salah satu cara untuk melepas dari jerat-jerat pemerintah yang tidak efektif dan tidak efisien, instabilitas makroekonomi, dan laju pertumbuhan ekonomi yang tidak berimbang. Namun, desentralisasi fiskal bagai bumerang. Kalau digunakan secara benar, ia akan tepat sasaran, pemerintah daerah dan pusat akan menikmati kemakmuran. Jika tidak sasaran meleset dan bumerang menghantam stabilitas nasional menjadi lebih parah yang berakibat lambannya perbaikan perekonomian secara keseluruhan baik daerah maupun nasional.

Pembaca akan mendapatkan wawasan yang mendetail dan komprehensif perihal desentralisasi fiskal dan pernik-pernik di negara-negara yang menjadi objek penelitian termasuk Indonesia. Anda akan terbantu untuk merumuskan desentralisasi fiskal macam apakah yang dapat kita terapkan di Indonesia.

Senin, 22 Februari 2016

MENCIPTAKAN DUNIA TANPA KEMISKINAN



Judul : MENCIPTAKAN DUNIA TANPA KEMISKINAN Bagaimana Bisnis Sosial Mengubah Kehidupan Kita.
Penulis: Muhammad Yunus
Penerbit : Gramedia
Kondisi : Baru stok lama

Harga buku: Rp. 50.000

Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 / pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline

TERJUAL 


Sinopsis

Dalam buku ini Muhammad Yunus melangkah lebih jauh lagi dari Grameen Bank yang memberikan kredit mikro yang revolusioner. Bersama dengan Danone—salah satu perusahaan makanan terbesar di duniaBank Gramen mewujudkan “Bisnis Sosial” —sebuah praktik ekonomi berwatak mulia uamg sa;aj satu tujuan utamanya adalah menciptakan dunia tanpa kemiskinan.

Muhammad Yunus membeberkan ide sekaligus cara mewujudkannya secara taktis-terencana. Menghapus kemuiskinan memang sulit diwujudkan, namun dalam buku ini beliau mengajukan alternatif dan kesempatan yang bisa menyelamatkan jutaan orang miskin.

Kamis, 21 Januari 2016

RUNAWAY WORLD



Judul : RUNAWAY WORLD Bagaimana Globalisasi Merombak Kehidupan Kita
Penulis: Anthony Giddens
Penerbit : Gramedia
Kondisi : Buku Print

Harga buku: Rp. 32.000

Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 /pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline


Sinopsis

Dunia yang Lepas Kendali, sudah menyatakan pada kita bahwa perkembangan dunia saat ini jauh dari perkiraan semula. Bukannya menjadi stabil, tertib, dan dapat diprediksi—sebagaimana dinubuatkan optimisme Barat Abad Pencerahan, dengan kemajuan ilmu dan teknologinya—dunia justru diluar kendali kita.

Mengapa demikian? Satu kata kunci untuk menjelaskannya, globalisasi. Globalisasi adalah anak kemajuan ilmu dan teknologi. Pada gilirannya, globalisasi memunculkan berbagai risiko dan ketidakpastian baru yang melampaui kemampuan antisipasi kita. Perubahan dasyat itu merombak tradisi—bahkan yang berhubungan dengan agama—yang menjadi pijakan banyak orang selama ini. Tidak berhenti disitu saja, proses tersebut mentransformasikan nilai-nilai dalam keluarga, termasuk soal seks dan perkawinan.

Bagaimana kita melewati tahap ini dan mencapai sesuatu yang lebih baik? Harapannya ada pada demokrasi. Kekuatan demokrasi yang dimotori sikap toleransi kosmopolitan, tengah bertarung melawan fundamentalisme. Jika demokrasi menang, jalan akan terbuka bagi kita untuk menjinakkan dunia yang lepas kendali.
Buku ini membahas tema-tema diatas secara berurutan : globalisasi, risiko, tradisi, keluarga, dan demokrasi. Anthony Giddens menyajikan pembahasannya secara ringkas, gamblang, tajam dan mudah diikuti.    

Senin, 05 Oktober 2015

Teori Pembangunan Dunia Ketiga

Judul : Teori Pembangunan Dunia Ketiga
Penulis :Arief Budiman
Penerbit : Gramedia

Harga : Rp.35.000



Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 / pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline

Sinopsis :

Di Tangan Dr. Arief Budiman hal yang kompleks dan berbelit selalu dapat dipetakan secara sederhana dan gamblang. Kenyataan ini amat membantu pembaca untuk memahami belantara perkara yang sedang dibahas, tanpa dibuat bingung oleh semak dan pohon rincian perkara tersebut.

Pembaca akan menemukan hal yang sama dalam buku Teori Pembangunan Dunia Ketiga ini. Tanpa kehilangan rincian pokoknya, disajikan peta besar persoalan di sekitar pembangunan, berikut seperangkat teori yang berusah mejelaskan dan menampolkan jalan pemecahan masalah di sekitar perkara tersebut.

Munculnya teori-teori itu sendiri ditampilka sebagai proses dialogis, kalau bukannya dialektis.  Setiap teori memiliki kekuatan dan kelemahannya sendiri, yang menjadi dasar dari teori berikurtnya untuk mengkritik dan mendasari dirinya dengan landasan yang lebih kokoh dan inklusif, dengan paradigma dan asumsi-asumsi yang barangkali lain sama sekali.

Dengan demikian, pembaca tidak hanya memiliki peta, tapi dapat melanjutkan proses dialog atau dialektika itu, sampai menemukan teori alternatifnya sendiri. inilah yang disajikan dan diharapkan oleh buku ini.    

Sabtu, 11 April 2015

MEMPERKUAT NEGARA by FRANCIS FUKUYAMA

Judul : MEMPERKUAT NEGARA
Penulis : Francis Fukuyama
Penerbit : Gramedia

Harga : Rp.60.000

Pemesanan : sms 085 787 268 031/pin bb 234GB00C/ Email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter@empuonline

Sinopsis :



Dengan jernih Fukuyama melakukan konseptuasi peran negara di tengah berbagai kebingungan dalam memahami pergolakan peristiwa di awal abad ke-21, khususnya setelah peristiwa 11 September 2001 di Amerika Serikat serta terus berlanjutnya berbagai peristiwa yang mengancam umat manusia seperti perang sipil, bencana kelaparan dan epidemi AIDS di berbagai brlahan dunia. Peristiwa-peristiwa ini adalah sebuah gejala politik , dimana negara sebagai institusi terpenting dalam masyarakat gagal dalam menjalankan perannya.

Senin, 04 Agustus 2014

TEORI NEGARA



Judul : TEORI NEGARA
            Negara, Kekuasaan dan Ideologi
Penulis: Arief Budiman
Penerbit : Gramedia


Harga buku: Rp. 40.000

Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis

Di Indonesia, terdapat ideologi negara netral yang amat kuat, yang beranggapan bahwa negara merupakan sebuah lembaga netral, tidak berpihak, dan mengabdi pada kepentingan umum. Penekanan ini tak jarang membuat analisis menjadi tumpul dan karenanya orang mudah kena kibul.

Dengan pemaparan yang ringkas dan jelas, Arief Budiman membuka perspektif kita akan bermacam teori mengenai negara; netral tidaknya, hakikat kekuasaannya. Kepentingan dan legitimasinya, rezim dan pemerintahannya, dan tidak lupa kajian mengenai negara di Dunia ketiga.

Kita juga menemukan tema kedaulatan rakyat, batas-batas ketaatan dan legitimasi untuk membangkan terhadap kekuasaan negara, serta pelembagaan kedaulatan rakyat itu.

Ada bermacam teori dan varian dalam teori yang sama, disamping pandangan tokoh-tokoh besar teoritikus negara yang dipaparkan dalam buku ini.

Sabtu, 15 Februari 2014

GOOD CAPITALISM BAD CAPITALISM



Judul : GOOD CAPITALISM BAD CAPITALISM
Kapitalisme Baik dan Kapitalisme Buruk dan Ekonomi Pertumbuhan dan Kemakmuran
Penulis: Carl J. Schramm, et.al
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Kondisi :Baru

Harga buku: Rp 120.000

Pemesanan : sms 085 878 26 80 31/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis

Di banyak negara, kapitalisme selalu dicurigai. Dianggap menjadi biang kerok segala kerusakan (budaya, alam, dan bahkan politik). Ideologi ini juga yang dijadikan musuh bersama, oleh gerakan-gerakan anti utang, anti ketergantungan, dan bahkan anti globalisasi. Seolah-olah, kapitalisme hanya sebentuk wajah tunggal (monolitik). Padahal, sebagaimana ideologi-ideologi lain yang dikenal di kolong langit ini, kapitalisme sekalipun berwajah banyak. Terdapat sisi-sisi parsialitas yang berbeda, keunikan khas, dan adaptasi serta pengembangan. 

Dalam buku ini, misalnya, diperkenalkan istilah (dan juga metode) kapitalisme kewirausahaan. Kurang lebih berarti: sistem perekonomian yang bertumpu pada kehadiran inovasi —dan teknologi. Idealnya, kapitalisme jenis ini melibatkan sebanyak mungkin pengusaha-pengusaha cerdas, dan berperan sebagai inovator. Selebihnya, pengusaha pengekor (pedagang dan pebisnis musiman), dibutuhkan seperlunya saja. Mengapa inovasi? Karena dunia selalu bergerak dalam alur perubahan dan penuh ketidakpastian, maka hanya kaum inovator saja yang bisa memandu ke arah kemajuan.

Kaum intelektual kritis, boleh kecewa dengan buku ini. Karena tidak masuk ke seluk beluk paradigma dan wacana besar. Melainkan membeber contoh faktual serta trend yang sedang berlangsung. Tipologi kapitalisme yang diperkenalkan, juga semata-mata urusan bisnis dan dunia usaha —-tidak menjangkau seluruh hal. Jauh berbeda, misalnya, dengan corak lain, seperti Compasionate Capitalims (Kapitalisme berwajah manusiawi).

Optimisme

Kabar baik, sesungguhnya, terletak di penerbitan buku ini. Kita harus menatap dengan lebih elegan. Bahwa perdebatan teoritik dan ideologis, memang perlu. Tetapi tidak boleh menjadi wacana dominan. Saatnya beralih ke keyakinan mendalam. Bahwa kecurigaan berlebih terhadap para pengusaha, terhadap mentalitas entrepreneurship, seringkali berbau fobia. Lantaran faktanya, negeri ini terpuruk dalam kemelut yang itu-itu juga. 

Dalam buku ini, terpapar jelas, bahwa tumbuhnya kapitalisme yang baik tidak butuh faktor-faktor yang kaku, melainkan bisa dihadirkan. Pengalaman dari berbagai negara membuktikan, bahwa apapun kondisi sebuah negara, toh bisa sukses dengan pilihan “mengembang-biakkan” kewirausahaan. Sebaliknya, negara-negara yang memiliki anugerah berlimpah (modal alam, misalnya), juga bisa gagal dalam desain pertumbuhan ekonominya.

Bukan Serakah

Di Indonesia, tetap saja lahir trauma besar. Meletakkan anasir budaya, warisan lokal, dan “keragaman identitas”, dan sumber daya manusia, sebagai sesuatu yang akan dihabisi oleh kapitalimse (dan para pengusaha). Sebagaimana popularitas istilah yang salah kaprah, bahwa kapitalisme itu rakus! Sementara buku ini berusaha meyakinkan bahwa kapitalisme itu bagus. Apa buktinya?

Pertama, di mana-mana secara manusiawi orang membutuhkan kemakmuran, atau katakanlah taraf hidup yang lebih baik. Dan para pengusaha-lah yang bisa mewujudkan ini. Tanpa adanya wirausahawan, kata buku ini, maka setiap gagasan yang baik, ide-ide yang baik, dan inovasi yang baik, hanya akan menumpuk di dalam buku dan di dalam laboratorium. Sebab tak ada pihak yang sanggup “menjual”, sebaik para wirausahawan.

Kedua, bukan asas materialisme yang menggerakan pertumbuhan ekonomi, melainkan orang ingin hidup lebih berkualitas. Benar ada ancaman buruk dari pertumbuhan ekonomi (kapitalis), seperti polusi, kerusakan alam, defisit energi, dan dehumanisasi. Tetapi, dalam buku ini, terbukti bahwa dunia bergerak ke arah sebaliknya. Dengan kemampuan kapital di tangan, orang semakin memiliki kesempatan untuk mengikis semua dampak buruk ini.

Ketiga, optimalisasi sumber daya, hanya dimungkinkan ketika sistem ekonomi yang berlaku menghargai semua ini. Manusia tidak bisa dihela secara kaku, melainkan tumbuh dengan sukarela (dan keyakinan mencapai kemakmuran). Bukan oleh kerangkeng ideologi yang membatasi naluri orang untuk menjadi lebih makmur.

Kebutuhan

Memang tidak ada kontroversi dari buku ini. Karena hadir dengan analisis dingin, jauh dari provokasi. Namun satu hal jelas, bahwa untuk melipatgandakan jumlah dan mutu para pengusaha (kaum inovator itu), butuh sejumlah prasyarat. Antara lain adalah: penghargaan terhadap hak cipta, sistem hukum yang mendukung, pranata sosial yang stabil, dukungan negara, dan mengikis faktor-faktor penghambat (seperti korupsi, kolusi, dan monopoli).