Tampilkan postingan dengan label Sinar Harapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sinar Harapan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Maret 2014

Dibawah Bayang-Bayang FDR (Frangklin Delano Rosevelt)



Judul : Dibawah Bayang-Bayang FDR (Frangklin Delano Rosevelt)
Penulis: William E. Leuchtenburg
Penerbit : Sinar Harapan
Kondisi : Baru stok Lama

Harga buku: Rp 41.000

Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ 


Sinopsis

Roosevelt meninggalkan ciri khasnya atas para penggantinya dengan cara-cara yang hebat. Tiga dari empat presiden pertama yang menggantikannya –Thruman, Eisenhower, dan Johnson- orang-orang yang karirnya didorong olehnya, dan yang lain, Kennedy menjadi akrab dengan washington pertama kali ketika Roosevelt mengangkat ayahnya menduduki jabatan tinggi.Tidak ada orang sebelum Roosevelt yang begitu menguasai budaya politik zamannya, andaikata tidak ada alasan lain yang lebih baik kecuali bahwa tak ada orang sebelum dia bercokol begitu lama di Gedung Putih, dan dalam proses itu dia menciptakan harapan bahwa pimpinan tertinggi akan menjadi pembentuk utama zamannya- suatu harapan yang harus dihadapi oleh masing-masing penggantinya. Ia mewariskan pda mereka bukan hanya warisan Kebijakan Baru melainkan pula kebijakan global politik luar negeri, maupun segala macam peralatan yang muncul selama tahun-

Senin, 24 Februari 2014

Nasionalisasi Perusahaan Belanda di Indonesia



Judul : Nasionalisasi Perusahaan Belanda di Indonesia
Penulis: Bondan Kanumoyoso
Penerbit : Sinar Harapan
Kondisi : Baru stok lama (stok terbatas)

Harga buku: Rp. 30.000



Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ 

TERJUAL

Sinopsis

Bahkan sesudah 10 tahun merdeka, secara ekonomis bangsa Indonesia belum bisa menjadi tuan di negerinya sendiri. Hingga pertengahan tahun 50-an, sektor ekonomi Indonesia masih dikuasai modal asing khususnya modal Belanda. Muncul berbagai pemikiran dan perdebatan untuk mengatasi masalah tersebut, yang memunculkan kebijakan seperti pribumisme kredit, pribumisme dekrit, Program Banteng. Namun hasihlnya tidak seperti yang diharapkan , berbagai program dan kebijakan tidak berhasil mengangkat perekonomian nasional. Di sisi lain, kondisi sosial politik di dalam dan luar negeri yang bergejolak memperburuk situasi perekonomian nasional.