Tampilkan postingan dengan label Hasta Mitra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hasta Mitra. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Desember 2014

DIALEKTIKA ALAM


 Judul : DIALEKTIKA ALAM
Penulis : Frederick Engels
Penerbit : Hasta Mitra

Harga : Rp. 100.000

Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline
TERJUAL


Sinopsis 

Dialektika Alam merupakan satu dari karya-karya penting F. Engels. Karya ini merupakan suatu penjabaran dialektika materialis menenai capaian-capaian mendasar dalam ilmu alam pertengahan pwrtengahan abad XIX, mengembangkan dialektika materialis 

Jumat, 19 Juli 2013

Anti-Duhring



Judul : Anti-Duhring
Penulis: Frederich Engels
Penerbit : Hasta Mitra

Harga buku: Rp 60.000

Pemesanan : sms 08122742231/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/
TERJUAL




Sinopsis

Anti-Duhring adalah karya polemik Engels yang ditujukan kepada Dühring, seorang ideolog borjuis kecil Jerman. Buku ini berisi penjelasan yang komprehensif dari tiga bagian penting dalam Marxisme.
Anti-Duhring  terdiri dari pendahuluan dan tiga bab utama: "Filsafat”, "Ekonomi Politik”, dan "Sosialisme". Dalam pendahuluan, Engels membuat sketsa mengenai  perkembangan filsafat dan menunjukkan bahwa kelahiran Marxisme merupakan keniscayaan sejarah. 

Dia memperlihatkan suksesi reguler dari  periode  penting sejarah filsafat dan memberikan kesimpulan bahwa gagasan materialis dalam bidang sejarah telah menciptakan dasar yang ilmiah dalam studi mengenai modus produksi kapitalis.

Menurut Engels, berkat dua penemuan besar dari Marx—konsepsi materialis mengenai sejarah dan teori ‘nilai lebih’—sosialisme ditransformasikan dari ide yang utopis menjadi pengetahuan yang ilmiah.

Pada bagian pertama, Engels mengupas problem penting dari materialisme dan dialektika, dan juga konsepsi materialis mengenai sejarah. Di bab lainnya, yakni bab 3, Engels mengupas mengenai kesadaran manusia. Kesadaran, tulis Engels, adalah produk dari otak manusia, sedangkan manusia itu sendiri adalah produk dari alam dan masyarakat. Dan pemikiran, lanjutnya, adalah refleksi dari pengalaman.

Anti-Duhring adalah puncak dari tiga dekade perkembangan Marxisme. Ide-ide dalam Anti-Duhring kemudian dikembangkan oleh Engels dalam Dialectics of Nature, The Origin of the Family, Private Property and the State, dan Ludwig Feuerbach and the End of Classical German Philosophy—dan selanjutnya oleh Lenin dan Trotsky.

Rabu, 19 Juni 2013

Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (Buku 1 dan 2)



Judul : Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (Buku 1 dan 2)
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Penerbit : Hasta Mitra
POD
Harga buku: Rp 130.000 (set: Buku 1 dan 2)

Pemesanan : sms 08122742231/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ 



Sinopsis

Naskah buku ini disunting dari kertas-kertas berserakan berisi catatan-catatan Pramoedya Ananta Toer yang ditulisnya semasa menjadi tahanan politik 10 tahun lamaya di Pulau Buru, 1969-1979.

"Nyanyi Sunyi Seorang Bisu" adalah satu-satunya karya non-fiksi Pram, bukan novel. Buku ini merupakan kumpulan catatan berisi surat-surat pribadi kepada anak-anaknya yang tak pernah terkirim, juga esai-esai, yang sebenarnya merupakan rekaman apa yang dia alami sebagai pribadi, suami, ayah, pengarang dan sebagai tahanan politik rezim militerisme yang merampas segala darinya.

Selasa, 18 Juni 2013

ARUS BALIK Pramoedya Ananta Toer



Judul : ARUS BALIK
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Penerbit : Hasta Mitra

Harga buku : Rp. 105.000

Pemesanan : sms 08122742231/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ 

Terjual

Sinopsis

ARUS BALIK, adalah sebuah epos pasca kejayaan Nusantara sebagai kekuatan dan kesatuan maritim pada awal abad 16.

Seperti yang dituliskan oleh Joesoef Isak (editor) dalam catatan Penerbit tahun 1995 yang diperbarui, Arus Balik adalah suatu epos pasca kejayaan Majapahit pada saat arus zaman membalik, pada saat segalanya berubah – kekuasaan di laut menjadi kekuatan darat yang mengkerut di pedalaman, kemuliaan menukik ke dalam kemerosotan, kejayaan berubah ke kekalahan, kecemerlangan cendekia menjadi kedunguan dalam penalaran, kesatuan dan persatuan berubah menjadi perpecahan yang memandulkan segala kegiatan.

Semasa jaya Gajah Mada di Majapahit, Nusantara merupakan kesatuan maritim dan kerajaan laut terbesar di antara bangsa-bangsa beradab di muka bumi. Arus bergerak dari Selatan ke Utara, segalanya : kapal-kapalnya, manusianya, amal perbuatannya, cita-cita dan citranya, semua bergerak dari Nusantara di Selatan ke “Atas Angin” di Utara.

Kekuatan dan kesatuan maritim Nusantara pernah mengimbak-imbak megah berpendaran damai ke Utara.

Tapi zaman berubah ……