Tampilkan postingan dengan label Desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desa. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Juni 2016

MEMBANGUN KEMANDIRIAN DESA

Judul : MEMBANGUN KEMANDIRIAN DESA
Penulis: Didik G Suharto
Penerbit : Pustaka Pelajar
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp. 50.000

Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 /pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline


Sinopsis

Selasa, 29 Maret 2016

DEMOKRASI DI PEDESAAN JAWA



Judul : DEMOKRASI DI PEDESAAN JAWA
Penulis: Yumiko M. Prijono & Prijono Tjiptoherijanto
Penerbit : Kosa Kata Kita
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp. 40.000

Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 / pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline


Sinopsis
Sudah lumrah bagi sementara  ahli dan peminat kebudayaan Jawa bahwa masyarakat Jawa tradisional bercorak feodal. Pusat kekuasaan selalu berasal dari keraton. Raja memiliki kekuatan yang mutlak. Tidak ada lembaga pengontrol atau lembaga sejenis yang dapat membatasi kekusaan penguasa.

Berapa jauh pengaruh keraton ini efektif bagi daerah yang berada jauh dari pusat keraton?  Dalam hal  apa desa-desa yang letaknya jauh dari pusat keraton itu menjalankan otonominya sendiri? Apakah dalam otonomi itu terkandung unsur-unsur demokrasi, yang mengikutsertakan wakil-wakil rakyat untuk terlibat dalam masalah pedesaan?

Justru disinilah bidang yang hendak diajukan oleh penulisnya. Unsur-unsur demokrasi dalam pedesaan Jawa pernah ada. Hal ini dibuktikan dengan terdapatnya lembaga masyarakat seperti rembug desa, adanya semangat gotong-royong, misalnya gugur gunung, tradisi pemilihan lurah dan sebagainya.

Buku ini sangat penting  guna mengkaji unsur-unsur demokrasi dalam masyarakat Jawa Tradisional, dan sangat berguna bagi yang mencita-citakan terwujudnya Negara Indonesia yang semakin demokratis.

Rabu, 20 Januari 2016

PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN



Judul : PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN Pengalaman Proyek-Proyek  Bank Dunia
Penulis: Arturo Israel
Penerbit : LP3ES
Kondisi : Bekas masih bagus

Harga buku: Rp.65.000

Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 /pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline


Sinopsis

Dilatarbelakangi oleh pengalaman Bank Dunia dalam program-program untuk pengembangan kelembagaan bagi proyek-proyeknya, buku ini mengikhtisarkan suatu  penemuan bahwa, sementara kemajuan ekonomi menuntut lembaga yang mampu meningkatkan efektivitas pengunaan sumberdaya dan keuangan yang tersedia, di negara-negara sedang berkembang , badan-badan pemerintah , badan-badan usaha milik negara, serta organisasi pemerintahan dan swasta, kurang memiliki kemampuan itu. Padahal jelas bahwa efektivitas lembaga merupakan sesuatu yang diperlukan untuk menopang pembangunan ekonomi.

Buku ini terutama menyoroti suatu spektrum yang luas dari operasi-operasi kelembagaan yang berkisar dari corak kegiatan dengan kekhususan rendah dan non-persaingan –sebagaimana banyak ditemukan dalam banyak kegiatan pelayanan sosial –hingga ke corak kegiatan dengan kehususan tinggi dan penuh persaingan seperti nyang berlaku di sektor-sektor industri.

Analisa yang ditawarkan buku ini memperlihatkan bahwa ujung spektrum kegiatan non-persaingan dengan kekhususan rendah –dimana banyak beroperasi lembaga-lembaga untuk pembangunan desa dan pemberantasan kemiskinan –operasi kelembagaan mengalami banyak kelemahan dan serba kesulitan. Arturo Israel menggambarkan berbagai langkah yang bisa diterapkan untuk memperbaiki keadaan ini dan menawarkan cara-cara untuh menyeimbangkan faktor ekonomi, teknik dan kelembagaan dalam perencanaan program-program demi megurangi komplesitas proyek-proyek yang digarap.   

Rabu, 25 Maret 2015

POLITIK PEMERINTAHAN DESA DI INDONESIA



Judul : POLITIK PEMERINTAHAN DESA DI INDONESIA
Penulis: Mashuri Maschab
Penerbit : POLGOV UGM
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp. 75.000

Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline


Sinopsis

Desa sebagai organisasi pemerintahan formal dalam struktur kekuasaan politik berada pada posisi yang paling rendah. Meskipun demikian, perkembangan negara-negara modern saat ini tidak bisa dilepaskan dari tumbuh dan berkembangnya desa-desa di berbagai belahan dunia. Desa dengan huruf “D” besar merupakan entitas politik yang ribuan tahun berdialektika menjadi representasi komunitas masyarakat mandiri, yang di sisi lain dilihat sebagai komunitas ekonomi dan komunitas sosiologis. Desa dalam banyak hal telah memberikan pondasi bagi karakter peradaban masyarakat yang mewarisi dunia, bahkan yang paling maju sekalipun. Sebab, Desa memiliki otonomi asli yang tidak diberikan oleh negara, tetapi embedded sepanjang sejarah perkembangan desa.

Di era modern sekarang ini, seiring meningkatnya kualitas hidup, peran negara semakin signifikan untuk mengatur masyarakat dalam koridor kebijakan politik. Namun signifikansiny peran negara mengandung sejumlah kontradiksi, salah satunya adalah menyebabkan desa berada dalam posisi yang paling lemah. Setiap kebijakan yang menyentuh pemerintahan desa selalu diliha dalam konteks modernisasi dan perubahan kultur dalam jargon “pembangunanisme”.  Semua hal di desa yang dianggap kolot, lantas diberi label dengan sebutan “kampungan”. Desa kemudian tidak lagi dianggap sebagai rujukan norma dan perilaku bagi negara untuk mengatur masyarakatnya. Kepentingan-kepentingan supra-pstruktur, terutama pasar telah menggeser paradigma pembangunan desa menjadi penghancuran nilai-nilai lokal (local wisdom) ytang seharusnya dirawat dan dilestarikan. Akibatnya, kebijakan politik pun tidak lepas dari dimensi kepentingan pasar dan ideologi negara.

Melalui pendekatan historical institutionalism, buku ini dalam kacamata politis menempatkan kajian tentang pemerintahan desa menjadi semakin menarik. Bukan saja sekedar berisi uraian kritis atas determinasi pendekatan yuridis formal atau administratif, tetapi lebih jauh lagi, memberikan satu kajian alternatif dalam memahami persoalan-persoalan yang menyangkut desa.

Senin, 21 Oktober 2013

Gagalnya Organisasi Desa dalam Pembangunan di Indonesia



Judul : Gagalnya Organisasi Desa dalam Pembangunan di Indonesia
Penulis: Budi Winarno
Penerbit : Tiara Wacana
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp 36.000

Pemesanan : sms 08122742231/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis

Semakin maju suatu negara, maka akan semakin tinggi pula daya saubg sektor pertaniannya. Demikian hipotesis dari pemikiran yang memandang keberhasilan pembangunan pedesaan berbasis pertanian merupakan lokomotif bagi pesatnya laju industrialisasi.

Pandangan yang demikian itu sempat diyakini dengan mantab oleh petinggi Indonesia di masa Orde Baru dalam rangka melangsungkan industrialisasi. Sayangnya, dalam penerapannya, yang muncul bukanlah peningkatan pembangunan secara simultan di sektor pertanian dan sektor industri, melainkan berupa efek "kolonisasi" dari satu sektor atas sektor yang lain. Sektor industri pada akhirnya justru "menguasai" sektor pertanian.

Kegagalan hipotesis tersebut telah mendorong penulis buku ini untuk menganalisis secara komparatif pembangunan pedesaan berbasis pertanian di Indonesia. Dengan mengambil model pembangunan pedesaan di Taiwan dan pembangunan pertanian di Thailand dan Philipina sebagai pembanding, di dalam buku ini berhasil diidentifikasi faktor-faktor yang melatari kegagalan pembangunan pedesaan berbasis pertanian di Indonesia. Salah satunya adalah tiadanya political will dari pemerintah (Orde Baru) untuk menjadikan "penguasaan tanah" sebagai hakikat dari eksistensi kaum petani.