Tampilkan postingan dengan label Antropologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Antropologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 April 2016

FILSAFAT KEBUDAYAAN




Judul : FILSAFAT KEBUDAYAAN  Konstruksi Pemikiran C. A. Van Puersen dan Catatan Refleksinya
Penulis: Jannes Alexander Uhi
Penerbit : Pustaka Pelajar
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp.40.000

Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 /pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline


Sinopsis

Kebudayaan tidak akan pernah berakhir sampai kapanpun . Selama manusia masih ada dan hidup di alam semesta ciptaan Tuhan ini, selama itu pula manusia berkarya menciptakaan segala sesuatu.
Seiring dengan berkembangnya kebudayaan manusia, kajian-kajian tentang kebudayaan manusia pun tidak pernah akan berakhir. Konsep dan teori-teori tentang kebudayaan juga mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Bahkan, ruang lingkup kajian terhadap kebudayaan manusia semakin hari semakin meluas.
Buku ini berisi mengenai konsep filsafat kebudayaan dalam ranah pemikiran van Peursen. Filsuf asal Belanda tersebut merupakan seorang pemikir modern yang sudah memberikan kontribusi pemikiran penting bagi pengembangan kebudayaan masyarakat di Indonesia



Sabtu, 21 November 2015

EDEN IN THE EAST



Judul : EDEN IN THE EAST Surga di Timur

Penulis: Stephen Oppenheimer

Penerbit : Ufuk

Kondisi : Buku Baru Stok Lama (Segel)



Harga buku: Rp. 200.000



Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 /pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline

TERJUAL





Sinopsis



Buku menakjubkan ini secara radikal mengubah pandangan kita sebelumnya tentang prasejarah. Salah satunya, pada akhir Zaman Es, banjir yang disebutkan dalam kitab suci memang benar-benar terjadi dan menenggelamkan paparan benua Asia Tenggara untuk selamanya. Hal itulah yang menyebabkan penyebaran populasi dan tumbuh suburnya berbagai budaya  Neolitikum di China, India, Mesopotamoia, Mesir dan Mediterania timur. Akar permasalahan dari pemekaran besar peradaban di wilayah subur di Timur Dekat Kuno, berada di garis –garis pantai yang terbenam.



Tahukan Anda bahwa orang-orang Polinesia tidak datang dari China, tapi dari pulau-pulau Asia Tenggara? Tahukah Anda, mula-mula penanaman beras yang sangat pokok bagi masyarakat tidak berada di China atau India, tapi di semenannjung Malaya pada 9.000 tahun yang lalu?



Dan Anda pasti akan tercengang setelah mengetahui bahwa berbagai suku di Indonesia Timur adalah pemegang kunci siklus-siklus bagi agama-agama Barat yang tertua? Buku ini penuh dengan catatan mengejutkan  dan membalikkan fakta yag selama ini diketahui.

Kamis, 10 September 2015

KEBUDAYAAN JAWA


Judul : KEBUDAYAAN JAWA
Penulis: Koentjaraningrat
Penerbit : Balai Pustaka
Kondisi : POD /Segel

Harga buku: Rp.60.000

Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 / pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline


Sinopsis :

Buku ini sarat dengan informasi mengenai budaya Jawa dari era prasejarah hingga masa revolusi kemerdekaan Indonesia. dalam buku ini budaya Jawa terbagi dalam enam bab. Pertama mengenai asal kebudayaan Jawa, jumlah orang Jawa, bahasa orang Jawa, dan keanekaragaman budaya Jawa.

Bab 2 mengupas sejarah singkat budaya aAwa yang dimulai dari zaman Prasejarah, berdirinya negara-negara Hindu Jawa, munculnya negara Islam, kekuasaan Belanda, pertmubuhan perkotaan, perkembangan pendidikan umum dan peran orang Jawa dalam pergerakan nasional.

Bab 3 secara khusus menkaji kebudayaan petani Jawa. Bab empat juga secara khusus mengupas kebudayaan Jawa di Kota. Bab kelima menggulirkan persoalan religi orang-orang Jawa dan bab enam menguak klasifikasi simbolik dan orientasi nilai budaya orang Jawa. Realitas mengai tata acuhan administrasi yang dipakai Belanda pada abad ke-19 dengan memanfaatkan institusi adat nagari telah membuka katup penting dalam sebagian golongan, terutama adalah golongan kelas menengah. Dan karena itulah, tak banyak lagi keluarga yang berharap status sebagai kepala “tradisional” dan mereka harus mencari kedudukan dan keunggulan di luar lingkungan yang tradisional.

Dari kasus pemanfaatan institusi adat inilah sebagian kaum menengah mengalami “kemajuan” dalam arti tanggapan kreatif mereka terhadap kehadiran kekuatan colonial dan peluang-peluang baru yang ditawarkan untuk memperoleh kekayaan, prestise, kekuasaan dan kedudukan.

Bagi kebanyakan golongan kelas menengah ini jalan terbaik untuk maju terdapat dalam upaya adaptasi mereka dengan pemerintah kolonialdan untuk itu mereka harus belajar keterampilan dan teknik-teknik baru yang menjadi prasyarat masuk lapangan kerja baru.


Jumat, 21 Agustus 2015

MASYARAKAT RISIKO

Judul : MASYARAKAT RISIKO Menuju Modernitas Baru
Penulis: Ulrich Beck
Penerbit : Kreasi Wacana
Kondisi : Baru

Harga : Rp. 85.000

Pemesanan : sms 085878268031/WA: 08886824445 pin BB: 234FB00C/email :  empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline


Sinopsis :

Kita sedang mengalami suatu transformasi fondasi perubahan. Akan tetapi, untuk memahami hal ini citra masyarakat industri hendaknya direvisi. Menurut cetak birunya ia adalah masyarakat semi-modern, dengan unsur-kontra modernnya yang tetap bukan sesuatu yang lama atau tradisional melainkan lebih tepatnya adalah konstruk dan produk zaman industri itu sendiri. Konsep masyarakat industri bersandar pada suatu kotradiksi diantara prinsip-prinsip universal modernitas -hak-hak sipil, kesetaraan, diferensiasi fungsional, metode argumentasi dan skeptisisme -dan struktur eksklusif lembaganya, dimana prinsip-prinsip ini hanya dapat diwujudkan secara parsial, sektoral, dan selektif. Konsekuensinya ialah masyarakat industri mendestabilisasi dirinya sendiri justru melalui pembentukannya. Kontinuitas menjadi 'sebab' cara hidup zaman industrial. Goncangan-goncangan yang ditimbulkan ini membentuk sisi lain dari masyarakat resiko. Sistem koordinat yang mempercepat kehidupan dan pemikiran dalam modernitas industrial -sumbu gender, keluarga, dan pekerjaan, kepercayaan pada sains dan kemajuan -mulai bergoncang, terjadilah senjakala baru peluang dan bahaya -kontur masyarakat  resiko, Peluang? Dalam masyarakat resiko prinsip modernitas diselamatkan dari pemisahan dan batas-batasnya dalam masyarakat Industri.

Pada tingkat tertentu, buki ini memuat teori sosial proyektif, yang berorientasi empiris -tanpa usaha perlindungan metodologis. Hal itu didasarkan pada penilaian bahwa kita adalah saksi mata -sebagai subyek dan obyek -atas suatu keretakan di dalam modernitas, yang sedang membebaskan dirinya dari kontur-kontur masyarakat industri klasik dan sedang menempa bentuk baru -masyarakat resiko (industrial). Dalam banyak hal buku ini mencerminkan penemuan dan proses belajar pengarangnya. Hal ini menekankan watak proses dari argumentasi bukunya dan jangan dipahami sebagai cek kosong untuk menghadapi berbagai keberatan. Hal itu menawarkan keuntungan bagi para pembaca karena dapat membaca bab-bab secara terpisah atau dengan urutan yang berbeda, dan memikirkannya dalam-dalam beserta ajakan yang sadar untuk menggunakan, menentang, dan melengkapi argumen-argumen tersebut,

Jumat, 27 Maret 2015

BLANDONGAN Perebutan Kuasa Budaya Masyarakat Jawa dan Madura



Judul : BLANDONGAN Perebutan Kuasa Budaya Masyarakat Jawa dan Madura
Penulis: Yongki Gigih Prasisko
Penerbit : LPRIS
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp. 40.000

Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline


Sinopsis

Perjalanan historis migrasi orang Madura ke pulau Jawa, khususnya ke pesisir utara Jawa Timur menghasilkan konsekuensi sosial dan kultural atas terjalinnya hubungan antara orang Jawa dan Madura. Secara kultural, orang Madura mendapatkan penamaan dan katakteristik negatif dari orang Jawa, sedangkan konsekuensi sosialnya adalah perkawinan campur antara orang Jawa dan Madura. Di desa Maosari sebagai tempat di mana orang Jawa dan Madura hidup berdampingan, muncul istilah Blandongan untuk menamai anak hasil perkawinan campur antara Jawa dan Madura.

Penamaan blandongan unutk orang campur Jawa-Madura merupakan prakter eksklusi pihak Jawa, karena dalam konsepsi Jawa, blandongan bermakna negatif yakni pencuri kay dan pentolan geng kejahatan yang identik dengan orang Madura, artinya blandongan telah di Madura-kan oleh pihak Jawa. Terkuak kepentingan bahwa pihak Jawa masih belum mengamini perkawinan campur, khususnya antara Jawa dengan Madura. Di pihak lain, orang Madura  menggunakan identitas blandongan untuk melawan otoritas pemaknaan Jawa, dengan tidak menerima makna blandongan sebagai maling kayu dan pentolan geng kejahatan. Dalam konsepsi Madura, blandongan hanya bermakna orang campur Jawa-Madura. Blandongan dalam konsepsi Jawa dieksklusikan dan ditempatkan pada posisi subordinat setara dengan orang  Madura, sedangkan dalam konsepsi Madura, blandongan diinklusikan dengan memberi kualitas tengah-tengah, tidak sepenuhnya Jawa dan bukan seutuhnya Madura, ia adalah Jawa Madura.  

Rabu, 25 Februari 2015

PERBUDAKAN SEKSUAL

 Judul : PERBUDAKAN SEKSUAL Perbandingan Antara Masa Fasisme Jepang dan Neofasisme Orde Baru
Penulis : Anna  Mariana
Penerbit :Marjinkiri
Kondisi : Baru
Cetakan : Pertama

Harga : Rp. 48.000 (Empat Puluh Delapan Ribu Rupiah)

Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline


Sinopsis

Kekerasan massal terhadap perempuan berulang terjadi pada tiap-tiap masa krisis dan transisi dalam sejarah politik Indonesia, yakni pada periode singkat kekuasaan Jepang, pada periode  konsolidasi Orde Baru pasca 1965 dan pada 1998.

Buku ini membahas dan membandingkan kekerasan pada masa fasis Jepang dan neofasis Orde Baru pasca 1965. Meski banyak dilingkari oleh penguasa, kekerasan terhadap perempuan yang terjadi pada kedua era itu layak disebut sebagai perbudakan seksual, karena berlangsung terus menerus, sistematik, dan berulang -yang agak membedakan dengan kasus pemerkosaan umumnya. Negara terlibat dengan membiarkannya terjadi.

Dilengkapi dengan wawancara dan petikan-petikan kesaksian para menyintas (baik mereka yang diperbudak sebagai jugun ianfu pada masa Jepang, maupun tapol perempuan yang diperlakukan semena-mena pasca 1965), buku ini hendak menjawab : Situasi sosial-politik  dan kultural macam apakah yang membantu terciptanya praktik perbudakan seksual ini? Apa motivasi pelakunya? Apakah persamaan dan perbedaan praktik perbudakan seksual pada kedua masa rezim fasis ini? Bagaimanakah bentuk-bentuk dan pola-polanya?                                    
 
                                                                
           

Sabtu, 18 Oktober 2014

Levi-Strauss Empu Antropologi Struktural




Judul : Levi-Strauss Empu Antropologi Struktural
Penulis : Octavio Paz

Pengantar : Heddy Shri Ahimsa Putra
Tebal : xxlviii + 124 halaman
Ukuran : 14,5 x 21 cm
ISBN : 979-8966-12-0
Terbit : Cet I, Agustus 1997

Harga : Rp.55.000


Pemesanan : sms 085 787 268 031/ pin bb 234FB00C/ email : empu_online @yahoo.com/empuonline@gmail.com/ twitter: @empuonline



Sinopsis

Tak pelak, strukturalisme memang sebuah jawaban yang cukup menjanjikan terhadap perkembangan cepat dari sistem-sistem besar dalam ekonomi industri. Namun, ia membutuhkan beberapa catatan. Ini pula tampaknya yang menggerakkan Octavio Paz untuk menuliskan kesan-kesan dan pengalamannya sehabis membaca berbagai karya LeviStrauss, salah seorang empu strukturalisme itu. Paz mengkhawatirkan strukturalisme yang cenderung akan menutup diri (menjadi dogmatis?), dengan menampik data-data tak terbantah dari berbagai pengetahuan ‘klasik’, seperti kharisma orang besar, ilham para kreator, emosi ‘kenikmatan membaca teks’, kurva kehidupan pribadi, eros dan sebagainya