Tampilkan postingan dengan label Mao Tse Tung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mao Tse Tung. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Oktober 2015

DIKTATOR Demokrasi Rakyat

Judul : DIKTATOR Demokrasi Rakyat
Penulis : Mao Tze Tung
Penerbit : Cakrawangsa
Kondisi : Baru  

Harga : Rp.20.000



Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 / pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline

Sinopsis :

Buku ini merupakan Pemikiran Ketua Mao dalam menghadapi Ancaman Imperialis yang bersekutu dengan golongan reaksioner pimpinan Chiang Kai Shek . Dalam menghadapi mereka Mao mengedepankan asas "Diktator Demokrasi Rakyat". Strategi yang dijalankan adalah :


  1. Membuat aktif massa rakyat. Ini berarti mempersatukan kelas buruh, kaum tani,kaum menengah kecil dan borjuis nasional dalam satu front persatuan dibawah pimpinan kelas buruh, berdasarkan perserikatan antara kelas buruh dan tani.  
  2.  Adanya persatuan dalam perjuangan bersama dengan negara-negara di dunia, yang memper­lakukan kita sebagai bangsa yang sederajat dan dengan rakyat dari semua negara. Ini berarti adanya perserikatan dengan Uni Soviet, dengan negara-negara demokrasi rakyat di Eropa dan perserikatan dengan kaum proletar dan massa rakyat dari negera-negera lain untuk mencapai adanya persatuan internasional.
 Sejatinya Mao lebih dekat dengan Sosialisme Anarcho, simaklah statemennya berikut ini :

"Mereka harus memahami bahwa jalan menuju penghapusan kelas, untuk penghapusan kekuasaan negara dan partai adalah jalan harus diambil semua manusia; hal itu hanya masalah waktu dan kondisi. Komunis di seluruh dunia lebih bijaksana daripada kaum borjuis, mereka memahami hukum yang mengatur keberadaan dan pengembangan permasalahan, mereka memahami dialek­tika dan mereka bisa melihat lebih jauh".

Minggu, 12 April 2015

EMPAT KARYA FILSAFAT by MAO TSE TUNG

Judul : EMPAT KARYA FILSAFAT
Penulis : Mao Tse Tung
Penerbit : Fuspad

Harga : Rp.55.000

Pemesanan : sms 085 787 268 031/pin bb 234GB00C/ Email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter@empuonline

Sinopsis :



Kamis, 19 Maret 2015

Alain Badiou dan Masa Depan Marxisme by Martin Suryajaya



Judul : Alain Badiou dan Masa Depan Marxisme
Penulis: Martin Suryajaya
Penerbit : Resist Book
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp 64.000

Pemesanan : sms 08122742231/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis

Marxisme. banyak yang menyebutnya sudah usang Akibatnya. ide-ide filsafat politik Kiri kontemporer pun dibicarakan secara abstrak Kebaruan pemikiran Jacques Ranciere. Slavoj Zizek. Ernesto Laclau, Giorgio Agamben. Antonio Negri. termasuk juga Alain Badiou yang belum lama berselang ramai diperbincangkan dunia filsafat Indonesia diyakini sebagai kebaruan ‘radikal” yang seolah tidak ada sangkut-pautnya sama sekali dengan pemikiran yang sebelumnya Kecenderungan untuk berpikir secara ahistoris ini mengemuka dalam tuduhan yang tergesa-gesa bahwa perangkat teori emansipasi lama. khususnya Marxisme klasik. sudah “tidak memadai lagi” untuk menjelaskan fenomena politik kontemporer.

Buku ini menunjukkan bahwa pemikiran Kin kontemporer dapat diterjemahkan ke dalam kosakata Marxisme klasik dan. dengan demikian. menelanjangi kebaruan spekulatif yang umumnya disematkan kepadanya Segala kesan tentang “kebaruan absolut”. sesungguhnya muncul dan kecenderungan intelektual kelas menengah kita yang takut akan sejarah Mereka Iebih senang bermain dalam jargon-jargon hypne tentang segala apa yang disebut “kontemporer” sembari mengecam segala yang muncul dan sejarah sebagai “kuno” Tentu saja. ada kebaruan dalam pemikiran para tokoh itu. namun kebaruan itu tak bisa dilepaskan dan konteks sejarahnya.

Rabu, 15 Oktober 2014

Kebudayaan, Negara dan Pembebasan



Judul : Kebudayaan, Negara dan Pembebasan
Penulis: Mao Tse-Tung
Penerbit : Desantara
                Tahun Terbit : 2003
Penerjemah : Tim Desantara
Kondisi : Segel

Harga buku: Rp. 35.000

Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis

Kebudayaan yang merupakan sumber utama sistem atau tata-nilai yang berlaku dalam suatu masyarakat bukan saja mencerminkan kebudayaannya, tetapi juga menentuaj atau membentuk sikap mentalnya (atau yang disebut sebagai pola pikir) yang selanjutnya terpantul dalam pola tingkah-lakunya sehari-hari dalam berbagai segi kehidupan, seperti sosial, ekonomi, politik, hukum, ilmu pengetahuan dan lainnya. Dan di Tiongkok (China sekarang) ada tiga kebudayaan yang menunjukkan berkuasanya kelas tertentu. Tiga kebudayaan itu saling tarik menari. Pertama, kebudayaan kelas feodal-para tuan tanah. Kedua, kebudayaan kelas borjuis.Ketiga, kebudayaan baru yang melawan penindasan, imperialisme, menjunjung kehormatan dan kemerdekaan nation Tiongkok.Ia bersatu dengan kebudayaan sosialis dan kebudayaan demokrasi baru dari bangsa-bangsa lain, mengadakan hubungan dengan mereka untuk saling menerima dan mengembangkan, dan bersama-sama membangun kebudayaan yang menjunjung keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat banyak.