Tampilkan postingan dengan label Koekoesan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Koekoesan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Juni 2013

DEMOKRASI SUBSTANSIAL



Judul : DEMOKRASI SUBSTANSIAL
            Risalah Kebangkrutan Liberalisme
Penulis: Donny Gahral Adhian
Penerbit : Koekoesan
Harga buku: Rp 36.000 diskon jadi Rp. 27.000

Pemesanan : sms 08122742231/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis

Demokrasi telah tercerabut dari fitrahnya. Itu berawal sejak demokrasi bertemu dgn ideologi yg berdiri secara diametral dgn segala sesuatu yg kolektif, atau yg dikenal dgn liberalisme. Demokrasi sbg demos atau kolektivitas politik dikoyak oleh individualisme keras liberalisme. Politik demokrasi bukan lagi pembangunan proyek2 kolektif (krsejahteraan umum), melainkan festival individualisme & proseduralisme belaka. Orang miskin hanya menjadi penonton demokrasi saban lima tahun sekali. Mereka terpesona menyaksikan para politisi saling sikut berebut tulang politik tanpa sekalipun menoleh ke bawah. Demokrasi disesaki oleh jargon yg terkuras maknanya. Kemiskinan & bencana menjadi komoditas politik. Janji ideal dikalahkan lobby para cukong.

BANALITAS KEKERASAN



Judul :BANALITAS KEKERASAN
Penulis: Rieke Dyah Pitaloka
Penerbit : Koekoesan
Harga buku: Rp 38.000 diskon jadi Rp, 28.500

Pemesanan : sms 08122742231/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis

Kekerasan tampaknya telah menjadi warna politik di Indonesia, terutama sejak 1965. Berbagai aksi kekerasan terus berulang, sejak dari peristiwa tanjung priok, tragedi 27 juli, mei 98, kasus2 bom di berbagai wilayah, hingga sejumlah peristiwa terkini. Pelaku kekerasan ternyata bukan saja aparatur negara, masy sipil, dgn mempertaruhkan berbagai kepentingan, jg terlibat dlm aksi kekerasan, yg mengarah pd kejahatan ekstrem & pelanggaran ham. Buku ini memperlihatkan kaitan antara kekuasaan, kekerasan negara, dan munculnya sikap"banal", shg masy tanpa sungkan2 melakukan aksi kekerasan.

Sabtu, 25 Mei 2013

MATINYA SANG BURUH



Judul : MATINYA SANG BURUH Dari Baudrillard Menuju Filsafat Wirausaha
Penulis: Harris Susanto
Penerbit : Koekoesan
Kondisi : Baru

Harga buku:  Rp. 75.000

Pemesanan : sms 08122742231/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis

Buruh telah menjelma sebuah tanda kecil dari sebagian tanda-tanda produksi, baik dalam bentuk mesin maupun prosedur. Tanda-tanda yang menggantikan badan buruh dapat berkembang di luar kendali buruh tersebut. Tanda berkembang tidak menjadi siapapun, bukan buruh, bukan manajer, bukan direktur, dan bukan bentuk tetap dalam dunia produksi. Dalam industri modern , buruh tumbuh mengikuti sistem produksi  yang membuat dirinya terbentuk sebagai miniatur mesin . Buruh yang tak bernyawa telah mewakili buruh hidup. Setelah buruh tanpa nyawa menguasai buruh bernyawa, sebuah tingkatan produksi membuat generalisasi produksi massal melalui suatu model. Dalam produksi massal itu, yang asli dan yang palsu tidak kelihatan lagi, ia menggelora menjadi kekuatan konsumsi.

Rabu, 15 Mei 2013

CULTURAL STUDIES



Judul : CULTURAL STUDIES  Tantangan Bagi Teori-Teori Besar Kebudayaan
Editor : Mudji Sutrisno, In Bene, Hendar Putranto
Penerbit : Koekoesan
Harga buku: Rp. 37.500

Pemesanan : sms 08122742231/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/
Sinopsis

Munculnya kritik tergadap teori-teori besar kebudayaan – yang hanya merangkum gejala besar kebudayaan seperti peradaban, ‘K’ebudayaan (huruf besar) seta bingkai teoritik yang logis rasional – menaruh manusia sebagai ‘sang pencari makna hidup’ dalam komunitasnya. Dengan kata lain, manusia menjadi peziarah nilai hidup yang dirajut untuk menjalani hidup dalam tingkatan-tingkatan common sense (akal sehat), ilmu pengetahuan, estetika dan agama.  Bagaimana menafsirkan hubungan antara capital, informasi teknologi, kuasa iklan, dan hasrat konsumtif dalam dinamika budaya? Cultural studies menempatkan diri di sini tanpa mau berpretensi menjadi penafsir satu-satunya dan mengagumkan monopoli tafsiran.

Jurang besar antara budaya populer yang massal semakin menganga berhadapan dengan budaya elite yang adiluhung. Apakah hanya karena tidak dibakukannya patokan kebudayaan agung? Atau sebenarnya, kegagalan para teoritikus kebudayaan adiluhung yang terjadi karena ketidakmampuan membaca fenomena arus deras budaya massa yang dipacu oleh konsumsi hasrat naluri manusia, hingga orang – orang ini saat ini berani mengatakan “I buy therefore I exist”? Di sini cultural studies mau mencoba membaca, menafsirkan dan mengurai hubungan antara ekonomi da kebudayaan.

Pengandaian (asumsi) setelah poskolonialis Sigmund Freud diperdalam oleh Jacques Lacan (“L’Ecrits”, 1967) yang menyimpulkan bahwa ‘bahasa’ itu ‘terbatas’ hanya merumuskan yang secara logis, sadar dan rasional saja, sementara yang diluar tidak diungkapkan lewat bahasa! Apa konsekuensinya untuk kajian-kajian kebudayaan ? Cultural Studies ingin mengisi celah-celah yang menjadi ranah-ranah penjelajahan pembacaan budaya lewat simbol-simbol, ekspresi irasional  atau ungkapan histeria serta hasrat. –hasrat yang dengan bahasa-bahasa selain logis dan sistematis   

Rasionalitas Kerjasama



Judul : RASIONALITAS KERJASAMA Sebuah Teori Rekonsiliasi Sosial
Penulis: Donny Gahral Adhian
Penerbit : Koekoesan
Harga buku:  Rp. 35.000

Pemesanan : sms 08122742231/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis

Kenapa pihak-pihak yang terlibat konflik sulit membangun kepercayaan dan hampir tidak dapat memutus siklus kekerasan? Inilah pertanyaan penting yang hendak digali dengan penelusuran filsafati. Penulis melakukan kajian mendalam dari titik pijak “dimana narapidana” dalam tradisi teori permainan. Dilema narapidana adalah situasi ketika dua narapidana yang dipisahkan secara fisik sama-sama memilih untuk bersaksi atas rekannya berdasarkan antisipasi bahwa yang lain pun bersaksi atas nya.

Persoalannya, keduanya merugi karena apabila karena apabila mereka mau bekerja sama, maka mereka akan mendapat hukuman yang lebih ringan. Situasi dilematis itu disebabkan oleh”rasionalitas instrumetaril” yang menuntut pihak pertama mengorbankan orang lain demi kepentingan pribadi. Kepentingan pribadi adalah fokus kerja rasionalitas instrumental sehingga nasib atau kepentingan orang lain  dikesampingkan. Buku ini menyingkap kemungkinan watak kerjasama dalam rasionlitas hingga membuahkan sebuah refleksi kefilsafatan yang disebut teori rekonsiliasi sosial.   

Minggu, 12 Mei 2013

Pengantar Fenomenologi



Judul : Pengantar Fenomenologi
Penulis : Donny Gahral Adian
Penerbit : Koekoesan
Harga : Rp. 40.000

Untuk Pemesanan : SMS 08122742231/BB PIN :234FB00C/ empu_online@yahoo.com/

Sinopsis
Fenomenologi adalah ilmu tentang penampakan (fenomean). Artinya, semua perbincangan tentang esensi dibalik penampakan dibuang jauh-jauh. Istilah “fenomenologi” berasal dari bahasa Yunani, phainomenon (menampakkan diri) dan logos (akal budi). Ilmu tentang penampakan berarti ilmu tentang apa yang menampakkan diri pada pengalaman subjek. Tak ada penampakan yang tidak dialami. Hanya dengan berkonsentrasi pada apa yang tampak dalam pengalaman, maka esensi dapat dirumuskan dengan jernih. Fenomenologi merupakan salah satu arus pemikiran paling berpengaruh di abad ke-20. Buku ini membincangkan fenomenologi dengan kerangka studi tokoh, sejak dari Edmund Husserl, Martin Heidegger, Jean Paul Sartre, Maurice Marleau-Ponty hingga Jacques Derrida.