Tampilkan postingan dengan label YOI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label YOI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Februari 2016

SOSIOLOGI HUKUM DALAM PERUBAHAN



Judul : SOSIOLOGI HUKUM DALAM PERUBAHAN
Editor: Antonius Cahyadi dan  Donny Danardono
Penerbit : Yayasan Obor Indonesia dan JHMP-FHUI
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp. 60.000

Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 / pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline

Terjual


Sinopsis

Kita hidup dalam dunia yang berlari tunggang langgang. Dunia yang tidak hanya menyajikan satu,tapi beragam peristiwa. Dunia yang tak hanya mengajak, tapi juga memaksa lari bersama “kemajuan-kemajuannya”. Jarak jadi begitu dekat waktu jadi begitu rapat. Dunia berubah., tak hanya dalam gerak laju yang tercerna, tapi juga yang tunggang langganng. Cara mengamati dunia, ilmu pengetahuan, ikut berubah dan berlari.Kita tidak lagi merasa pas menggunakan perbendaharaan dan norma yang selama ini secara deduktif kita gunakan untuk menilai  (memaknai) perubahan . Diperlukan sesuatu yang baru, paling tidak tafsir baru untuk menjelaskan apa yang kita tangkap.
Buku ini menjadi dokumentasi beberapa karya yang mencoba melihat masyarakat, individu dan hukum dengan berbagai sudut pandang dalam konteks dunia yang sedang berlari ini. Karya-karya ini secara kritis tidak hanya menggunakan objek formal dari suatu disiplin saja, tapi juga berbagai disiplin.  

Jumat, 28 Agustus 2015

DEMOKRASI Klasik & Modern



Judul : DEMOKRASI Klasik & Modern
Editor: Diane Revitch & Abigail Thernstrom
Pengantar : Mochtar Lubis
Penerbit : YOI
Kondisi : bekas masih bagus

Harga buku: Rp.40.000

Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 /pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline


Sinopsis

Buku ini menyajikan petikan-petikan dan getar-getar demokrasi yang tak pernah lapuk dan terus bergema sepanjang sejarah peradaban manusia. Lewat kumpulan buah pergulatan  para pemikir ulung kelas dunia ini, kita bisa bercermin : sudahkah prinsip-prinsip demokrasi (kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat) mewarnai semua lini kehidupan kita sebagai bangsa: Politik, sosial, ekonomi, kebudayaan, pertahanan keamanan, lingkungan, sosial budaya dan lain-lain?

Peta kekuatan dunia yang berubah total di penghujung abad ke- 20 membuat isu demokrasi secara normatif dan tak terelakkan kembali menduduki tempat terhormat. Dari pengalaman bangsa-bangsa lain kita belajar, bahwa hanya demokrasi saja yang mampu menghindarkan kita dari dua setan kembar yang sama gilanya: Tirani-Otoritarian dan Anarki.

Memang perjuangan menegakkan demokrasi, tempat seluruh rakyat dapat berlindung bukan pekerjaan mudah. “Tidak segampang membalik tangan; bukan pekerjaan semalam,”demikian kaa orang. Para pejuang demokrasipun mengakui hal ini. Namun semangat mereka yang penuh gairah tetap melihat bahwa perubahan ke arah demokrasi merupakan kemungkinan yang bisa terjadi besok pagi... Dan para mahasiswa Indonesia 1998 tercatat dalam sejarah pernah melakukannya!

Minggu, 16 Agustus 2015

MASALAH KESEHATAN

 Judul : MASALAH KESEHATAN Lingkungan Sebagai Sumber Penyakit
Penulis: Erik P. Eckholm
Kata Pengantar : Emil Salim
Penerbit : YOI
Kondisi : Bekas Masih Bagus

Harga : Rp. 45.000

Pemesanan : sms 085878268031/WA: 08886824445 pin BB: 234FB00C/email :  empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline


Sinopsis

Pengalaman manusia dari masa ke masa, baik di negera maju maupun di negara sedang berkembang seperti Indonesia menunjukkan bahwa lingkungan yang tidak sehat merupakan sumber penyakit menular yang menelan korban jiwa. Pangan yang tak bergizi, air kotor, kotoran manusia yang bertebaran di mana saja, pemukiman manusia yang kurang memenuhi syarat-syarat higienis, semuanya memantulkan gambaran kesehatan manusia yang jauh dari memuaskan.

Buku karya pengarang yang dikenal sebagai cendekiawan dengan reputasi internasional di bidang ekologi ini, mengandung sebuah pertanyaan yang sangat menarik. Mengapa lingkungan manusiawi sekarang , yang sebenarnya tidak perlu cemar dan rusak, nyatanya menjadi sumber penyakit yang mengancam kelestarian hidup manusia?

Sabtu, 08 Agustus 2015

GLOBALISASI jalan menuju kesejahteraan


Judul : GLOBALISASI jalan  menuju kesejahteraan
Penulis : Martin Wolf
Penerbit : YOI
Kondisi : Bekas masih sangat bagus

Harga : Rp. 65.000

Pemesanan : sms 085878268031/WA: 08886824445 pin BB: 234FB00C/email :  empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline
TERJUAL


Sinopsis

Jumat, 21 Februari 2014

Tan Malaka: Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia. Jilid 4



Judul : Tan Malaka: Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia. Jilid 4
Penulis: Harry A. Poeze
Penerbit : YOI
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp 95.000

Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/
Sinopsis

Tan Malaka (1894-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia menggunakan nama samara sesudah 20 tahun mengembara. Pada masa Hindia Belanda, ia bekerja untuk Komintem (organisasi komunis revolusioner internasional) dan sesudah 1927 memimpin Partai Repoeblik Indonesia yang illegal dan antikolonial.

Ia tidak diberi peranan dalam proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia: Soekarno, Hatta, dan Sjahrir. Tetapi segera pula mereka tidak sejalan. Tan Malaka menghendaki sikap tak mau berdamai dengan Belanda yang ingin memulihkan kendali kekuasaan kolonialnya. Ia memilih jalan’perjuangan’ dan bukan jalan ‘diplomatis’. Ia mendirikan Persatoean Perdjoeangan yang dalam beberapa bulan menjadi alternative dahsyat terhadap pemerintahan moderat. Dalam konfrontasi di Parlemen ia kalah dan beberapa minggu kemudian Tan Malaka dan sejumlah pengikutnya ditangkap dan ditahan tanpa proses sama sekali – dari Maret 1946 sampai September 1948.

Jilid empat ini meliputi periode dramatis setelah pembebasan Tan Malaka sampai ia menghilang pada Februari 1948. Ia mulai dengan menghimpun pendudukannya yang telah tercerai-berai dan pada November 2948 mendirikan parta baru yang bernama Partai Murba. Akan tetapi pembentukan partai terganggu oleh Serangan Belanda Kedua pada Desember 1948. Saat itu Tan Malaka bermarkas di Kediri di bawah perlindungan bataliyon TNI yang dipimpin Sabarudin. Sabarudin memiliki reputasi buruk sebagai seorang panglima perang yang bengis dan kejam. Di Kediri, Tan Malaka mempersiapkan tentara dan rakyat melakukan perang gerilya terhadap Belanda dengan tujuan Indonesia sebagai Negara sosialis. Sesudah ikut bergerilya ke Gunung Wilis, dalam pamphlet yang ditulisnya tiap hari, ia menyerang Soekarno dan Hatta yang telah ditahan Belanda dan menuduh TNI di daerah yang bersikap putus asa. Bahkan ia memproklamir dirinya sebagai Presiden Indonesia. Serentak TNI beraksi. Markas besar Tan Malaka dan Sabarudin ditumpas. Setelah suatu rangkaian peristiwa yang luar biasa, Tan Malaka dieksekusi oleh satuan lokal TNI di desa Selopanggung, 21 Februari 1949. Kematiannya dirahasiakan.

Sesudah 58 tahun barulah terungkap lokasi, tanggal, dan pelakunya, yaitu dalam edisi asli buku ini yang berbahasa Belanda (2007). Kematian Tan Malaka tidak mengakhiri gagasan radikalnya. Sampai akhir 1949 para pendukungnya terlibat dalam aksi-aksi gerilya melawan TNI, dan pemimpin Republik. Namun dukungan rakyat ternyata tidak memadai sehingga kekalahan tidak dapat dihindari. Buku ini secara mendetail menggambarkan hal ikhwal perlawanan radikal ini.
Bab akhir mendokumentasikan pencarian lokasi kuburan Tan Malaka, penggalian jenazahnya pada tahun 2009, serta hasil autopsi.

Tan Malaka: Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia. Jilid 3



Judul : Tan Malaka: Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia. Jilid 3
Penulis: Harry A. Poeze
Penerbit : YOI
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp 72.000

Pemesanan : sms 08122742231/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis

Tan Malaka (1984-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia menggunakan nama samaran sesudah dua puluh tahun mengembara. Pada masa Hindia Belanda ia bekerja untuk Komintren (organisasi komunis revolusioner internasional) dan pasca-1927 memimpin Partai Politik Indonesia yang ilegal dan antikolonial.
Ia tidak diberi peranan dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia. Sementara itu, tokoh Tan Malaka yang legendaris ini berkenalan dengan pemimpin-pemimpin Republik Indonesia: Soekarno, Hatta, dan Sjahrir. Tetapi segara pula mereka tidak sejalan. Tan Malaka menghendaki sikap tak mau berdamai dengan Belanda yang ingin memulihkan kembali kekuasaan kolonialnya. Ia memilih jalan 'perjuangan' dan bukan jalan 'diplomasi'. Ia mendirikan Persatoean Perdjoeangan yang dalam beberapa bulan menjadi alternatif dahsyat terhadap pemerintah moderat. Dalam konfrontasi di Parlemen ia kalah dan beberapa minggu kemudian Tan Malaka dan sejumlah pengikutnya ditangkap dan ditahan tanpa proses sama sekali - dari Maret 1946 sampai September 1948. Ia juga dituduh terlibat dalam Peristiwa 3 Juli 1946 yang oleh sebagian besar orang dianggap sebagai kudeta.

Tan Malaka: Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia. Jilid 2



Judul : Tan Malaka: Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia. Jilid 2
Penulis: Harry A. Poeze
Penerbit : YOI
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp 72.000



Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis

Jilid kedua biografi Tan Malaka menggambarkan secara rinci nasib Tan Malaka dan pengikutnya dalam tawanan. Ia difitnah sebagai dalang di balik Peristiwa 3 Juli 1946 untuk menyelubungi fakta bahwa peristiwa itu sebetulnya meny­erupai kup Panglima Besar Soedirman yang ingin berkuasa. Dalam risalah yang menegangkan rahasia Peristiwa 3 Juli diungkapkan. Walaupun Tan Malaka masih dalam tawanan, teman-teman sehaluannya berhasil muncul kembali sebagai oposisi melawan Perjanjian Linggajati yang dianggap sebagai kapitulasi terhadap Belanda. Akan tetapi semuanya berakhir dengan kekalahan lagi.