Rabu, 26 Februari 2014

Revolusi Permanen



Judul : Revolusi Permanen
Penulis: Leon Trotsky
Penerbit : Resist
Kondisi:Baru

Harga buku: Rp 65.000



Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis

Revolusi Permanen merupakan sumbangan terpenting Trotsky bagi Marxisme. Teori ini dikembangkannya pada tahun 1904, menjelang Revolusi Rusia yang pertama. Bertentangan dengan keyakinan umum pada masa itu, dalam teori tersebut Trotsky menyatakan bahwa kelas buruh Rusia mampu merebut kekuasaan. Ketepatan analisa Trotsky terbukti dengan keberhasilan partai Bolshevik mendirikan negara buruh pertama di dunia.

Trotsky buka hanya seorang pemikir Marxis yang tajam, peran besarnya dalam Revolusi Oktober 1917 tak ada yang memungkiri. Ia adalah pendiri sekaligus komandan Tentara Merah. Ia memimpin perjuangan melawan birokratis Menyusul diterbitkannya Revolusi Permanen pada bulan Maret 2009 di Indonesia, yakni penerbitan karya Leon Trotsky untuk pertama kalinya di Indonesia,  sang penyunting karya ini – dengan bantuan kawan-kawan seperjuangan lainnya, seperti kawan Rafiq sebagai penerjemah, kawan-kawan Resist Jogja, kawan Alan Woods yang berkenan menuliskan kata pengantar, dan kawan-kawan lainnya yang telah mendukung secara moral maupun finansial – dengan bangga mempersembahkan Revolusi yang Dikhianati kepada rakyat pekerja Indonesia. Ditulis oleh Trotsky pada tahun 1936 ketika berada dalam pengasingannya di Norwegia, Revolusi yang Dikhianati adalah salah satu karya yang paling bersejarah di dalam pemikiran Marxisme.

80 tahun sebelum Revolusi yang Dikhianati ditulis, Marx yang masih muda pada saat itu menulis bahwa dengan basis teknologi dan tingkat produksi yang rendah “hanya kemiskinan yang akan menjadi umum, dan dengan kemiskinan maka perjuangan untuk kebutuhan hidup akan dimulai kembali, dan semua sampah lama itu akan bangkit lagi.” Inilah yang menjadi premis utama dari analisasi Stalin, yang membuatya diusir dari Uni Soviet.

Revolusi yang Dikhianati



Judul : Revolusi yang Dikhianati
Penulis: Leon Trotsky
Penerbit : Resist
Kondisi :Baru


Harga buku: Rp70.000



Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis

Menyusul diterbitkannya Revolusi Permanen pada bulan Maret 2009 di Indonesia, yakni penerbitan karya Leon Trotsky untuk pertama kalinya di Indonesia,  sang penyunting karya ini – dengan bantuan kawan-kawan seperjuangan lainnya, seperti kawan Rafiq sebagai penerjemah, kawan-kawan Resist Jogja, kawan Alan Woods yang berkenan menuliskan kata pengantar, dan kawan-kawan lainnya yang telah mendukung secara moral maupun finansial – dengan bangga mempersembahkan Revolusi yang Dikhianati kepada rakyat pekerja Indonesia. Ditulis oleh Trotsky pada tahun 1936 ketika berada dalam pengasingannya di Norwegia, Revolusi yang Dikhianati adalah salah satu karya yang paling bersejarah di dalam pemikiran Marxisme.

80 tahun sebelum Revolusi yang Dikhianati ditulis, Marx yang masih muda pada saat itu menulis bahwa dengan basis teknologi dan tingkat produksi yang rendah “hanya kemiskinan yang akan menjadi umum, dan dengan kemiskinan maka perjuangan untuk kebutuhan hidup akan dimulai kembali, dan semua sampah lama itu akan bangkit lagi.” Inilah yang menjadi premis utama dari analisa yang dikembangkan oleh Trotsky mengenai proses degenerasi Uni Soviet. Tidak mencari-cari di awang-awang penyebab degenerasi ini, tidak di dalam kepribadiannya Stalin atau individu-individu lain, tetapi di dalam kondisi material yang ada.

POSTHUMAN Kompleksitas Kesadaran, Manusia dan Teknologi



Judul : POSTHUMAN Kompleksitas Kesadaran, Manusia dan Teknologi
Penulis: Robert Pepperell
Penerbit : Kreasi Wacana
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp 50.000



Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis

Semuanya telah berubah dengan adanya teknologi. Dulu manusia meyakini bisa menguasai dan memanfaatkan alam demi kepentingannya melalui bantuan teknologi yang dia ciptakan. Sekarang, teknologi teknologi ciptaannya lambat laun memiliki eksistensi sendiri, seolah-olah punya kehendak dan kesadaran sendiri yang bisa tawar-menawar dengan kehendak dan kesadaran manusia.

Perkembangan dalam bidang teknologi robotik, nanoteknologi, teknologi komunikasi, rekayasa biologi, kecerdasan buatan dan masih banyak lagi telah menunjukkan bahwa perbedaan antara “buatan” manusia dan “buatan” mesin makin kabur seiring bergantungnya manusia pada mesin-mesin. Bisa dibayangkan betapa bingung dan terhambatnya manusia sekarang jika teknologi digital dan kelistrikan tiba-tiba lenyap, komputer dan satelit sekonyong-konyong mandeg total.

Buku ini mencoba membicarakan pengaruh kemajuan dan ketergantungan manusia pada teknologi bagi kesadaran diri manusia zaman sekarang; pengandai-andaian ontologis apa saja yang diguncangnya; serta pertanyaan-pertanyaan etis apa yang dihadapkannya kepada manusia. Singkat kata, buku ini mendeskripsikan suatu kondisi dimana manusia mengakui bahwa keberadaannya tidak bisa lepas dari dunia teknologi yang mengitarinya, kondisi dimana yang alami dengan yang buatan tidak lagi dibedakan secara tegas.

Senin, 24 Februari 2014

KERAJAAN ACEH Jaman Sultan Iskandar Muda (1607-1636)



Judul : KERAJAAN ACEH Jaman Sultan Iskandar Muda (1607-1636)
Penulis: Denys Lombard
Penerbit : Balai Pustaka
Kondisi : Baru stok lama (stok terbatas)

Harga buku: Rp 50.000



Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ 

TERJUAL

Sinopsis

Buku Kerajaan Aceh: Zaman Iskandar Muda (1607 - 1636) merupakan karya awal sejarawan Prancis Denys Lombard. Dalam buku ini Lombard membantah pendapat Snouck Hurgronje yang menyatakan bahwa kegemilangan Aceh pada masa itu sekadar isapan jempol belaka. Menurut Lombard kerajaan Aceh masa itu memang benar-benar sukses bahkan menjadi penghubung Nusantara dan Barat.

Lombard membahas segenap aspek kehidupan Kerajaan Aceh, baik politik, ekonomi, kemiliteran, maupun budaya, agama, dan filsafat. Sumber yang digunakan Lombard adalah naskah lokal (Bustan al-Salatin, Hikayat Aceh, Adat Aceh), sumber Eropa dan Tionghoa. Ia juga memakai laporan perjalanan para kelana Eropa seperti Frederik de Houtman, John Davis, dan terutama Augustin de Beaulieu.

Buku ini menjadi pengantar yang signifikan untuk memahami entitas kebudayaan Aceh yang dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah faktor geopolitik yang melahirkan sistem perdagangan dan sistem pemerintahan di Aceh. Sebagai literatur yang representatif mendukung penelitian antropologi atau etnografi tentang Aceh, buku ini bisa menjadi dokumentasi sejarah sosial-budaya Aceh karena dilengkapi dengan catatan lapangan yang memadai, narasi yang runtut, dan informasi yang detail.