Jumat, 20 Maret 2015

PRISSON NOTESBOOKS: Catatan dari Dalam Penjara by Antonio Gramsci



Judul : PRISSON NOTESBOOKS:  Catatan dari Dalam Penjara
Penulis: Antonio Gramsci
Penerbit : Pustaka Pelajar

Harga buku: Rp 120.000

Pemesanan : sms 085878268031/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline

Sinopsis

Prison Notebooks tidak pernah berhenti menantang secara intelektual. Di balik bahasanya yang awalnya “menakutkan”, Idiosimkratik , bahkan kadang samar, kita akan menemukan wawasan cemerlang terhadap kehidupan sosial dan politik modern yang tersebar di seluruh catatan ini. Dari catatan inilah kita bisa membangun visi koheren atas materialisme historis dan jenis politik yang cocok untuk proyek demokrasi dan emansipatoris.

Lewat buku ini Gramsci memaparkan ontologi sosial yang berorientasi proses, atau teori tentang realitas sosial. Mengutip salah satu pernyataan terkenal Marx, Gramsci menunjukkan bahwa prang membuat sejarah mereka sendiri. Akan tetapi orang tidak boleh sekedar melakukannya dengan cara yang mereka suka, namun harus selalu mulai dari nol. Mereka adalah aktor-aktor sosial yang tertempatkan secara historis yang identitas sosial mereka, pemahaman diri mereka, dan kapasitas untuk bertindak mereka, secara mendalam terbentuknya secara oleh hubungan sosial di mana mereka menjalani kehidupan mereka dan mereka hadapi sebagai warisan historis dari praktik-praktik sosial produktif dari generasi sebelumnya.

Gramsci memang seorang Marxis, tetapi-yang lebih penting-ia adalah seorang Marxis yang sangat aneh. Saat interpretasi mekanistis dan deterministis atas materialisme historis mendominasi gerakan sosialis di Eropa kala itu, Gramsci justru melihat Marx sebagai teoritisi dialetktis atas aksi sosial yang bertujuan  dan atas pengembangan diri secara kolektif. Seolah-olah menekankan identifikasi Marxisme dengan penentuan nasib sendiri secara sosial.

Bagi Gramsci, manusia adalah apa yang mereka lakukan, berdasarkan situasi mereka dalam konteks sosial historis tertentu. Akan tetapi, konteks ini bukan berhubungan determinasi suatu arah, dan juga tidak statis, karena manusia terus menerus mereproduksi atau mengubah diri dan dunia mereka melalui aktivitas sosial kolektif mereka. Inilah dinamika da dialektika manusia.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar