Senin, 09 Desember 2013

Jurnal Wacana 25 Rekonfigurasi Pengelolaan Hutan Jawa



Judul : Jurnal Wacana 25  Rekonfigurasi Pengelolaan Hutan Jawa
Penerbit : Insist
Kondisi : Baru

Harga buku: Rp 30.000

Pemesanan : sms 08122742231/ pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/

Sinopsis

Pembicaraan mengenai hutan dan kehutanan di Indonesia dalam beberapa dekade terakhir cenderung di arahkan pada hutan di luar Jawa. Terlebih ketika isu-isu global, seperti perubahan iklim dan Reducing Emission from Deforestation and Degradation (REDD) sama sekali tidak dikaitkan dengan Jawa. Seolah-olah hutan Jawa tidak bermasalah. Bahkan, terkesan Pulau Jawa sama sekali tidak memiliki hutan. Setidaknya ada beberapa alasan yang sepertinya masuk akal. Pertama, hutan Jawa memang tidak seluas hutan di pulau lain seperti Kalimantan dan Papua. Kedua, hutan Jawa bukan lagi hutan alam tropis, melainkan tinggal hutan monokultur yang mirip kebun kayu. Ketiga, sebagian pihak (terutama pemerintah) beranggapan bahwa hutan Jawa tidak lagi dibebani persoalan seperti tata batas dan kelembagaan. Bahkan, sebagian beranggapan bahwa pengelolaan hutan Jawa merupakan model pengelolaan hutan modern terbaik di Indonesia yang sudah diterapkan dan teruji bertahun-tahun.


Pengelolaan hutan di Jawa memiliki sejarah yang sangat panjang, bahkan lebih lama dari Republik Indonesia. Dalam sejarah panjang seperti itu, banyak hal yang terjadi dan berubah. Namun, beberapa hal tetap sejak masa kolonial sampai saat ini. Ini adalah penderitaan. Hutan menjadi lebih dan lebih terdegradasi, produksi kehutanan menurun. Konflik sosial dan kemiskinan antara orang-orang yang tinggal di sekitar hutan bertahan di tengah-tengah berdiri saham jati yang terus berkurang.
Untuk alasan di atas, perubahan sistem dalam pengelolaan hutan di Jawa sangat mendesak, bukan hanya reformasi tambal sulam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar