Sabtu, 05 Desember 2015

JAZZ, PARFUM dan INSIDEN



Judul : JAZZ, PARFUM dan INSIDEN
Penulis: Seno Gumira Ajidarma
Penerbit :  Bentang Budaya
Kondisi : Bekas masih bagus

Harga buku: Rp. 150.000

Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 / pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline

                                                     TERJUAL


Sinopsis

Membaca kembali kumpulan cerpen Seno tentang Insiden Timor Timur memang menghadirkan kembali segala kenangan pahit dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Disukai atau tidak, karya Seno ini setidaknya telah dianggap sebagai suatu realita, fakta, dan kenyataan atas kejadian yang benar-benar terjadi. Padahal, semua tulisan Seno itu tersaji dalam bentuk cerpen (baca kumpulan cerpen Saksi Mata, Penembak Misterius) dan Novel (Jazz, Parfum, dan Insiden) yang jelas-jelas adalah fiksi rekaan.

Bukan hanya sekali ini saja, karya Seno lainnya-kumpulan cerpen Penembak Misterius- juga mengalami hal yang sama terkait dengan Peristiwa Petrus sepanjang medio 80-an. Masalahnya, sejauh mana batas antara fiksi dan non-fiksi bila keduanya saling mempengaruhi? Agaknya, hal ini merupakan isu utama yang diangkat Seno untuk kebutuhan saling mengingatkan.

Trilogi Insiden terdiri atas 3 karya Seno yang pernah diterbitkan sebelumnya. Kumpulan cerpen Saksi Mata menjadi pembuka atas keseluruhan cerita. Beruntung, kumpulan cerpen ini kembali mengalami cetak ulang untuk memenuhi kebutuhan pembaca yang (mungkin saja) hanya sempat membaca “Jazz, Parfum, dan Insiden” dan atau “Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara”.

Kumpulan cerpen Saksi Mata, rasanya pantas bila disebut sebagai reaksi penulis atas tidak lengkapnya pemberitaan media mengenai hal-hal yang terjadi sepanjang konflik Timor-Timur. Seno berhasil mendeskripsikan bagaimana teror terjadi di seluruh pelosok Timor. Entah melalui telinga seorang pemberontak yang dikirimkan pada kekasihnya (baca cerpen Telinga) atau kepala yang tertancap di pagar rumah (baca cerpen Kepala di Pagar Rumah Da Silva).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar