Kamis, 31 Desember 2015

PERJALANAN DALAM KELAM Senarai Kisah Pemberontakan PRRI



Judul : PERJALANAN DALAM KELAM Senarai Kisah Pemberontakan PRRI

Penulis: Soewardi Idris

Penerbit : Beranda

Kondisi : Baru stok lama



Harga buku: Rp. 65.000



Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 /pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline

TERJUAL





Sinopsis



Harus diakui, pemberontakan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia), memang masih kurang ditelaah dan dicatat dengan luas dan komprehensif dalam lembaran sejarah Indonesia modern. Padahal pemberontakan yang dipelopori oleh paa perwira menengah TNI Angkatan Darat itu merupakan pemberontakan penting yang bertujuan mengoreksi pemerintahan Presiden Sukarno yang mulai dekat dengan komunis dan sangat mengabaikan pembangunan daerah.



Kurangnya kajian tentang pemberontakan PRRI antara lain disebabkan sejarah biasanya ditulis hanya dalam perspektif pemenang, dan celakanya lagi, banyak tokoh PRRI pasca kekalahan pemberontakan yang dilakukannya memilih mengunci diri dalam kesunyian sejarah mereka pribadi ketimbang menceritakan secara gamblang apa yang dicita-citakan dan dilakukannya sebelum, selama, dan sesudah pemberontakan berlangsung.



Sejalan dengan itu, hal yang lebih memprihatinkan lagi adalah kenyataan bahwa akhir-akhir ini terdapat pula sinyalemen untuk menghaluskan pemberontakan PRRI hanya sebagai gerakan koreksi daerah terhadap pusat. Penyangkalan PRRI sebagai bentuk pemberontakan bersenjata dan pemberontakan politik tentunya berpotensi menyesatkan anak bangsa dalam menakar pasang-surut sejarah bangsanya dalam menjadi Indonesia.

Sabtu, 05 Desember 2015

GITANJALI



Judul : GITANJALI Kidung Persembahan

Penulis: Rabindranath Tagore

Penerbit : Fajar Pustaka

Kondisi : Bekas Masih Mulus cetakan : ke-1



Harga buku: Rp. 60.000



Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 / pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline

                          TERJUAL





Sinopsis



Rabindranath Tagore bukan nama asing bagi pembaca di Nusantara. Karya-karyanya telah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Karya-karya Tagore –sebagaimana Kahlil Gibran –sarat dengan nuansa Oriental yang keindahannya eksotis, kedalaman filfsafatnya dan imajinasi mistis. Tetapi berbeda dengan Gibran anak gurun Arab yang penuh cadas dan badai pasir, Tagore adalah putera rimba-rimba India yang teduh, sunyi namun angker. Bahasa Tagore begitu jernih dan anggun, Ia mengisahkan kepada kita keindahan negerinya –tentang benda-benda yang juga ada disekeliling kita; matahari pagi, embun di rerumputan, bunga di tepi jalan, dan bocah-bocah bermain diatas tanah. Lewat untaian kata-kata Tagore, benda-benda biasa yang setiap hari kita jumpai sambil lalu hadir bunyan hanya dengan keindahan yang menawan, tetapi juga bermakna dalam. 

SANG PRALAMBANG



Judul : SANG PRALAMBANG

Penulis: Kahlil Gibran

Penerbit : Pustaka Jaya

Kondisi : Bekas layak baca



Harga buku: Rp.  50.000

Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 / pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline





Sinopsis



Sang Pralambang bagi Kahlil Gibran merupakan sosok yang mencakup berbagai pengejawantahan roh manusia dalam menempuh kehidupannya. Burung , Kabut, musim semi, kasih-sayang, sinar matahari dan bayangan adalah pralambang gerak roh manusia – yang murni dan sejati. Secara filosofis Gibran menuliskan berbagai warna dan citra sang pralambang

JAZZ, PARFUM dan INSIDEN



Judul : JAZZ, PARFUM dan INSIDEN
Penulis: Seno Gumira Ajidarma
Penerbit :  Bentang Budaya
Kondisi : Bekas masih bagus

Harga buku: Rp. 150.000

Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 / pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline

                                                     TERJUAL


Sinopsis

Membaca kembali kumpulan cerpen Seno tentang Insiden Timor Timur memang menghadirkan kembali segala kenangan pahit dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Disukai atau tidak, karya Seno ini setidaknya telah dianggap sebagai suatu realita, fakta, dan kenyataan atas kejadian yang benar-benar terjadi. Padahal, semua tulisan Seno itu tersaji dalam bentuk cerpen (baca kumpulan cerpen Saksi Mata, Penembak Misterius) dan Novel (Jazz, Parfum, dan Insiden) yang jelas-jelas adalah fiksi rekaan.

Bukan hanya sekali ini saja, karya Seno lainnya-kumpulan cerpen Penembak Misterius- juga mengalami hal yang sama terkait dengan Peristiwa Petrus sepanjang medio 80-an. Masalahnya, sejauh mana batas antara fiksi dan non-fiksi bila keduanya saling mempengaruhi? Agaknya, hal ini merupakan isu utama yang diangkat Seno untuk kebutuhan saling mengingatkan.

Trilogi Insiden terdiri atas 3 karya Seno yang pernah diterbitkan sebelumnya. Kumpulan cerpen Saksi Mata menjadi pembuka atas keseluruhan cerita. Beruntung, kumpulan cerpen ini kembali mengalami cetak ulang untuk memenuhi kebutuhan pembaca yang (mungkin saja) hanya sempat membaca “Jazz, Parfum, dan Insiden” dan atau “Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara”.

Kumpulan cerpen Saksi Mata, rasanya pantas bila disebut sebagai reaksi penulis atas tidak lengkapnya pemberitaan media mengenai hal-hal yang terjadi sepanjang konflik Timor-Timur. Seno berhasil mendeskripsikan bagaimana teror terjadi di seluruh pelosok Timor. Entah melalui telinga seorang pemberontak yang dikirimkan pada kekasihnya (baca cerpen Telinga) atau kepala yang tertancap di pagar rumah (baca cerpen Kepala di Pagar Rumah Da Silva).

TEOLOGI PEMBEBASAN ASIA



Judul : TEOLOGI PEMBEBASAN ASIA

Penulis: Michael Amaladoss

Penerbit : Pustaka Pelajar dan Insist

Kondisi : Bekas



Harga buku: Rp. 100.000



Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 / pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline

                         TERJUAL



Sinopsis



Penindasan di Asia telah melahirkan teologi pembebasan : Teologi Minjung di Koreaa, Teologi Perjuangan di Filipina, dan Teologi Dalit di India.



Ketidakadilan ekonomi dan politik di Asia yang mengakibakan sebagian besar rakyat sakit dan lapar, sementara sebagian kecil kaum berkuasa berlebihan, telah membangkitkan agama-agama manusia –Islam, Kristen, Hindu, Budha, Kong Hu Chu bahkan agama-agama kosmis- untuk melakukan pembebasan.