Sabtu, 26 September 2015

TAN MALAKA & TUHAN

Judul : TAN MALAKA & TUHAN
Penulis : Ki H. Ashad Kusuma Djaya
Penerbit : Kreasi Wacana
Kondisi : Baru

Harga : Rp.40.000



Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 / pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline
Sinopsis :

Dalam buku ini membahas bahwa cara Tan Malaka mencari Tuhan seperti yang dilakukan oleh nabi Ibrahim As, hanya saja cara pandang yang dikemukannya baru sampai tataran materialisme, belum sampai post-materialisme.Pemahamannya baru sampai bintang, bulan dan matahari dalam logika yang "lebih besar" itu yang dijadikan Tuhan. Konsepsi ketuhanan yang disodorkan Tan Malaka belum melihat tenggelamnya matahari sehingga belum bisa menemukan wisdom"Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada yang menciptakan langit dan bumi". Tan Malaka belum melihat bubarnya Uni Soviet dan berubahnya ekonomi China menjadi kapitalistik, sehingga ia percaya komunisme sebagai pilihan politiknya.

 Logika post-materialisme menjadi materi sekedar sebagai alat untuk mencapai hakikat  "yang menciptakannya" . Dalam politik ekonomi, logika post-materialisme itu menjadikan materi sebagai alat untuk menciptakan keadilan sebagai salah satu wujud dari sifat adil Tuhan. Dengan demikian post-materialisme tidak mengenal kelas yang ditentukan oleh penguasaan modal seperti pembagian kelas borjuis dan proletar. Namun yang dikenal dalam logika post-materialisme adalah golongan dzalim dan adil,

Kamis, 10 September 2015

TEOLOGI BARU POLITIK ISLAM

Judul : TEOLOGI BARU POLITIK ISLAM
Penulis: Bahtiar Efdendy
Penerbit : Galang Press
Kondisi : Bekas

Harga buku: Rp.50.000

Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 / pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline


Sinopsis

Sejak zaman pemerintahan Sukarno, hubungan politik antara Islam dan Negara telah mengalami banyak ketegangan. Ini terjadi karena artikulasi kiprah sebagian umat Islam lebih bercorak formalistik -legalistik : hendak menjadi kan Islam sebagai ideiologi dan agama negarw. Waktu itu, aura idwologi Islam politik berada pada tingkat intenaitasnya yang paling tinggi. Bun utnya partai poli ik yang berlandaskan Islam selalu dianggap sebagai ancaman bagi landasan negara yang nasionalis.

KEBUDAYAAN JAWA


Judul : KEBUDAYAAN JAWA
Penulis: Koentjaraningrat
Penerbit : Balai Pustaka
Kondisi : POD /Segel

Harga buku: Rp.60.000

Pemesanan : sms 085878268031/ WA 08886824445 / pin BB: 234FB00C/email : empu_online@yahoo.com/ empuonline@gmail.com/ twitter : @empuonline


Sinopsis :

Buku ini sarat dengan informasi mengenai budaya Jawa dari era prasejarah hingga masa revolusi kemerdekaan Indonesia. dalam buku ini budaya Jawa terbagi dalam enam bab. Pertama mengenai asal kebudayaan Jawa, jumlah orang Jawa, bahasa orang Jawa, dan keanekaragaman budaya Jawa.

Bab 2 mengupas sejarah singkat budaya aAwa yang dimulai dari zaman Prasejarah, berdirinya negara-negara Hindu Jawa, munculnya negara Islam, kekuasaan Belanda, pertmubuhan perkotaan, perkembangan pendidikan umum dan peran orang Jawa dalam pergerakan nasional.

Bab 3 secara khusus menkaji kebudayaan petani Jawa. Bab empat juga secara khusus mengupas kebudayaan Jawa di Kota. Bab kelima menggulirkan persoalan religi orang-orang Jawa dan bab enam menguak klasifikasi simbolik dan orientasi nilai budaya orang Jawa. Realitas mengai tata acuhan administrasi yang dipakai Belanda pada abad ke-19 dengan memanfaatkan institusi adat nagari telah membuka katup penting dalam sebagian golongan, terutama adalah golongan kelas menengah. Dan karena itulah, tak banyak lagi keluarga yang berharap status sebagai kepala “tradisional” dan mereka harus mencari kedudukan dan keunggulan di luar lingkungan yang tradisional.

Dari kasus pemanfaatan institusi adat inilah sebagian kaum menengah mengalami “kemajuan” dalam arti tanggapan kreatif mereka terhadap kehadiran kekuatan colonial dan peluang-peluang baru yang ditawarkan untuk memperoleh kekayaan, prestise, kekuasaan dan kedudukan.

Bagi kebanyakan golongan kelas menengah ini jalan terbaik untuk maju terdapat dalam upaya adaptasi mereka dengan pemerintah kolonialdan untuk itu mereka harus belajar keterampilan dan teknik-teknik baru yang menjadi prasyarat masuk lapangan kerja baru.